Sifat Allah: Mukhalafatuhu lil Hawadisi.

 

Mukhalafatuhu lil Hawadisi

Allah, Sang Maha yang Esa adalah satu-satunya sang pencipta yang patut untuk disembah, sedangkan sesembahan yang lainnya adalah tipuan dan tidak patut untuk disembah. Allah S.W.T memiliki sifat Mukholafatu lil Hawaditsi, sehingga manusia sebagai makhluknya tidak boleh menduakan atau bahkan menyamakan Allah S.W.T dengan sesuatu apapun.

Arti Sifat Mukholafatu lil Hawaditsi adalah berbeda dengan yang baharu.

Sungguh Allah Ta’ala itu tidak disamai oleh suatu apapun yang baharu, bahkan segala sesuatu itu bersifat baharu/tak kekal sehingga tak ada dan tak akan ada yang mampu menyamai / menyerupai diriNya.

Apabila Allah dapat menyamai atau disamai dengan makhluk, maka berarti Dia seperti makhluk itu juga dan hal tersebut akan menghilangkan sifat ke-Esa-an Allah. Sehingga jelas, secara logika tidak mungkin sesuatu dapat disebut tunggal apabila ia memiliki persamaan/penyerupaan.

Jika ada yang menyatakan Allah itu menyamai makhluk atau ada makhluk yang menyamai Allah maka pernyataan tersebut Bathil.

Allah berfirman dalah Al Quran Surah Asy Syura ayat 11:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِير

"Tidak ada sesuatupun yang serupa atau sama dengan Dia, Dialah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat".

Syekh Thahir Al-Jazairi di dalam kitabnya Jawahirul Kalamiyah fi Idhahil A’qidah Islamiyyah, menyebutkan  bahwa cara untuk beriman dan meyakini sifat Al-Mukhalafatu lil hawaditsi Allah swt. adalah sebagai berikut.

اَنْ نَعْتَقِدَ أَنَّ اللهَ لَايُشَابِهُهُ شَيْئٌ. لاَ فِيْ ذَاتِهِ وَلاَ فِيْ صِفَاتِهِ وَلاَ فِيْ اَفْعَالِهِ.

"Yakni kita meyakini bahwa sungguh sesuatu apapun tidak ada yang menyerupai Allah, baik di dalam dzatNya, sifat-sifatNya, maupun perbuatan-perbuatanNya."

Secara keseluruhan, terdapat tiga hal pada Allah S.W.T yang tidak dapat disamai dengan sesuatu apapun. Tiga hal tersebut adalah sebagai berikut: 

...Selanjutnya

Reactions

Post a Comment

0 Comments