Diduga Tiduri Istri Orang, Warga Paya Bili Dua Laporkan Keuchik Nya Ke Bupati Aceh Timur

Aceh Timur - Masyarakat Gampong Paya Bili Dua kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur merasa dipemalukan oleh ulah tak bermoral yang sudah di lakukan oleh oknum Keuchik sendiri insisial SW, karena telah mengganggu istri orang warga gampong Alue Gadingsa beberapa pekan yang lalu,  Akibatnya masyarakat melaporkan persoalan tersebut kepada Bupati Aceh Timur timur melalui Tuhapeut setempat,Jumat (11/9/2020)

"Kami sudah melaporkan ulah tak bermoral Keuchik Paya Bili Dua kepada bapak Bupati Aceh Timur. Dan kami juga melampirkan bukti bukti  Keuchik SW telah mengganggu istri orang, prilaku Keuchik SW ini telah mencederai tatanan bermasyarakat terlebih lagi SW seorang Keuchik, tidak selayak nya memberikan contoh yang sangat buruk, apa lagi di Aceh kental dengak Syariat Islamnya "ungkap Zul kepada wartawan Kamis (10/09/2020) kemarin.

Lanjut Zul, Laporan tersebut yang kami serahkan kepada bapak ketua Tuhapet dan anggotanya sebagai perwakilan kami selaku masyarakat untuk menyerahlan kepada bapak Bupati dan selanjutnya agar sesegara mungkin persoalan tersebut diproses dan ditindak dengan tegas oleh bapak Bupati.harap Zul mewakili Masyarakat.

"Kami berharap agar persoalan tersebut segera tuntas, sebab dengan persoalan ini kami sebagai warga sangat malu akibat ulah Keuchik SW  yang telah mengganggu istri orang. Ini sudah tidak patut lagi sebagai seorang Keuchik"ujarnya.

Walau sudah ada surat perdamaian antara ZA suami dari istri yang diganggu Keuchik SW, dan beberpa saksi keluarga SW, tetapi tidak serta merta perbuatan yang sudah di lakukan Keuchik SW bisa kita toleril, karena siapa yang bisa menjamin kalau tindakan yang sama tidak lagi di lakukannya, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa saja dia (Keuchik SW red) mengganggu istri warga nya sendiri, paparnya.

"Ironisnya lagi dalam perjanjian tersebut tidak ada melibatkan perangkat gampong gampong Alue Gading Sa, secara tidak langsung Keuchik SW ini tidak menghargai desa orang lain, nah bagai mana dia mau kita pertahankan sebagai Keuchik Paya Bili Dua.

Keuchik di pilih oleh masyarakat, jika perbuatan nya sudah melanggar norma-norma agama dan tatanan pemerintahan dan melanggar Qanun Syariat Islam sudah sewajar nya warga menurunkan Keuchik dari jabatannya, tutup nya.

Sementara itu Hendra Saputra selaku ketua Tuhapet Paya Bili Dua menyampaikan, Pada intinya semua persoalan kita serahkan kepada masyarakat, apa yang menjadi keputusan masyarakat itu mungkin yang terbaik. Terkait keinginan  masyarakat meminta Keuchik mengundurkan diri itu hal yang wajar, bagai mana mungkin warga mau di pimpin oleh oknum Keuchik  yang suka mengganggu istri orang, katanya.

Karena Keuchik tidak mau mengundurkan diri, sehingga masyarakat menjadi murka dan mengambil sikap serta melaporkan kepada bapak Bupati Aceh Timur, sebutnya.

"Saya selaku ketua Tuhapet hanya sebagai telangkai masyarakat untuk menyampaikan apa yang menjadi aspirasinya masyarakat
banyak,"ujarnya.

Namun sangat di sayangkan berulang kali awak media ini menghubungi nomor Hp Keuchik Paya Bili Dua tetapi tidak haktif lagi, sehingga tidak bisa memperoleh klarifikasi dari SW.

Sumber : Roby Sinaga / SamudraNews.com
Reactions

Post a Comment

0 Comments