Humam Hamid: Andai Nova Punya Empati, Itu Sudah Cukup



ACEHTREND.COM,Banda Aceh– Sosiolog Aceh Prof. Dr. Humam Hamid, merupakan salah seorang yang kaget dengan sikap Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang tidak konsisten bersikap perihal janji insentif untuk tenaga medis. Guru Besar Universitas Syiah Kuala itu mengatakan andaikan Nova memiliki empati, itu sudah lebih dari cukup untuk saat ini.

Hal ini disampaikan oleh intelektual Aceh tersebut, Selasa (15/9/2020) menyikapi pernyataan Nova Iriansyah kepada salah satu media kala singgah ke Aceh singkil dalam rangka “roadshow” proyek Multi Years Contrak (MYC).

Di Kampung Kuala Baru Laut, Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil, Senin (14/9/2020) seperti diwartakan media online terverifikasi faktual Beritakini.co, Nova Iriansyah membantah telah menjanjikan insentif kepada tenaga medis yang bekerja menanggulangi Covid-19 di Aceh.

“Soal insentif tenaga medis. Itu bukan janji saya, ya bapak-bapak sekalian.
Insentif untuk tenaga medis, adalah program presiden.Tapi belum semua terealisasi, menurut daerahnya,” kata dia. Nova pun menilai keliru jika ada yang mengatakan bahwa itu adalah janji Pemerintah Aceh.

Surat Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang ditujukan kepada tenaga medis yang bekerja menanggulangi penderita Covid-19.
Surat Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang ditujukan kepada tenaga medis yang bekerja menanggulangi penderita Covid-19.

Ahmad Humam Hamid merasa Nova telah membangun narasi yang salah di tengah perjuangan keras nan melelahkan tenaga medis di berbagai fasilitas kesehatan di seluruh Aceh.

“Sebagai Panglima Perang Aceh melawan Covid-19, Nova seharusnya cukup memiliki empati. Tidak perlu simpati. Mungkin Pak Nova terlalu lelah mengelola MYC dan ragam persoalan lain, sehingga fokusnya tersita. Dengan memiliki empati saja sudah lebih dari cukup untuk tenaga kesehatan yang saat ini berlaga melawan virus yang tidak nampak wujudnya,” ujar Humam.

Sebagai komandan, menurut Humam, Nova tidak boleh merespon anak buah dengan kalimat-kalimat yang menyakitkan. Apalagi janji-janji manis itu terekam dengan baik di internet. Sebagai pemimpin, Nova sudah pada tempatnya harus belajar dari meninggalnya dua dokter di Aceh, yang kembali keharibaan Sang Khaliq dalam perang menyelamatkan rakyat dari serangan Covid-19.

“Untuk apa uang 2,3 triliun rupiah hasil refocusing APBA yang katanya dipergunakan untuk penanggulangan Covid-19? Bayar saja insentif tenaga medis. Mereka saat ini sedang berjuang melawan virus yang sangat mengerikan. Bahkan bila perlu bayar insentif mereka setiap seminggu sekali,” kata Humam.

Saat ini tidak ada yang lebih berharga ketimbang menyelamatkan nyawa setiap rakyat Aceh. Apalagi dengan tanpa adanya tes massal, saat ini Aceh berada di dalam awan gelap. Tidak jelas angka sebenarnya rakyat yang sudah positif Covid-19. Humam justru menduga bila saat Aceh sebenarnya berada di peringkat dua daerah terparah terpapar Covid-19 di Indonesia. Bukan tujuh seperti yang ada di dalam daftar.

“Kenapa di peringkat dua? Berapa jumlah penduduk Aceh? Dari tiap 150 ribu jiwa, berapa yang tertular? Bandingkan dengan Jawa Timur yang jumlah rakyatnya 38,85 juta.”

Dia melanjutkan, “Ayo fokus tangani Covid-19. Telah banyak janji yang tidak ditunaikan. Komitmen akan melakukan tes massal sebanyak 25 ribu orang, apakah sudah dilakukan? Semua janji-janji itu tersimpan sebagai jejak digital,” terangnya.

Humam berharap Nova menjadi tauladan. Bukan contoh buruk seperti di Aceh Barat dan Pidie, yang tenaga medisnya sempat melakukan aksi boikot karena tidak diperhatikan dengan baik oleh bupati setempat.

“Sekali lagi saya sampaikan, dalam kondisi seperti ini, mendahulukan menyelamatkan nyawa rakyat jauh lebih penting ketimbang yang lain. Dalam konteks penyelamatan ini, yaitu dengan ikut memperhatikan dan menjaga semangat tenaga kesehatan yang berlaga di medan perang. Saya memahami tidak mudah menjadi pemimpin. Apalagi dengan segala dinamika saat ini seperti MYC dan lain-lain. Makanya dengan menaruh empati saja kepada tenaga kesehatan, sudah cukup bagi Nova,” imbuh Humam. []

Sumber : acehtrend.com

Reactions

Post a Comment

0 Comments