Nyatakan Pasien Meninggal Terpapar Covid-19, Oknum Puskesmas Birem Bayeun di Demo Warga Gampong

 

"Jamaluddin anak almarhum M Yusuf mengatakan kepada oknum Puskesmas Keude Birem bahwa mereka sangat tidak ahli profesional dalam menjalankan pekerjaan." Kamis (24/09/2020).

Laporan Ilham | Aceh Timur

INFOACEHTIMUR.COM, Aceh Timur - Segerombolan keluarga dan warga di Keude Birem geuruduk Puskesmas setempat diduga nyatakan M Yusuf Adam Meninggal dunia akibat terpapar Covid-19, Kamis, (24/09/2020).

"Jamaluddin, anak kandung dari almarhum M Yusuf yang dinyatakan pihak Puskesmas setempat terpapar Covid-19 merasa sangat kecewa atas perkataan yang sangat tidak seronok, dikarenakan Ayahanda kami di nyatakan terpapar Covid-19".

Menurut pendapat warga dan pihak sekeluarga Jamaluddin, orang tua nya itu sendiri sebenarnya tidak terjangkit virus yang sedang marak, M Yusuf ayahanda jamaluddin hanya memiliki penyakit Hipertensi.

Bukan hanya saya saja yang tahu, bahkan pihak-pihak Puskesmas juga sudah mengetahui bahwasanya ayahanda saya punya riwayat Hipertensi yang almarhum alami," Ungkap Jamaluddin.

Informasi diperoleh Infoacehtimur.com, Jamaluddin mengungkapkan penyakit ayahanda kurang lebih sudah berjalan 4 tahun lebih, bukan hanya saya saja, oknum Puskesmas juga sudah mengetahui bahwasanya penyakit Hipertensi yang di alami ayahanda saya sebelum meninggal dunia kurang lebih 4 tahun sudah menjalani berobat di Puskesmas ini.

Tanpa sebab, Oknum Puskesmas Birem Keude dengan seenaknya saja menyebarkan informasi melalui jejaring sosial media bahwasannya ayahanda saya sendiri dinyatakan terpapar covid-19.

Ungkapan oknum Puskesmas ini membuat sekeluarga kami malu dan merasa sangat tertekan karena seenaknya saja mengatakan begitu, kami merasa sangat-sangat dikucilkan," Pungkasnya Jamaluddin anak almarhum M Yusuf.

Sebelum ayahanda jamaluddin meninggal dunia, perlu diketahui lagi bahwasanya ayahanda kami tergelincir usai shalat Dzuhur pada minggu (20/09) kemarin, sehingga seluruh tulang disekelilingi punggung terasa sakit.

Tambahnya," Saat keesokan harinya, M Yusuf sempat dilarikan keluarga ke RSCM PTP Langsa untuk diperiksa kendala tergelincir usai sholat Dzuhur kemarin, dan tanpa ada keterangan apapun, M Yusuf sempat ditempatkan di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) sehingga tidak diperboleh mendampingi satupun.

Sekira pukul 02.15 WIB siang pada hari yang sama, unit mobil ambulance RS Zubir Mahmud IDI mendapat Laporan RSCM PTP Langsa untuk membawa M Yusuf ke RS Zubir Mahmud.

Tanggapan Jamaluddin, kami pihak keluarga tidak naik pikir merasakan pihak RSCM PTP tidak sanggup menangani ayahanda saya, sehingga RSCM PTP melapor unit Ambulance RS Zubir Mahmud untuk merujuk ayahanda saya ke RS Zubir Mahmud IDI, sekira dirumah sakit RSCM ayahanda sempat di lakukan pemeriksaan Rapid test.

Sangat beruntungnya hari itu saya ketika melakukan pembayaran melalui kasir RSCM itu, ternyata ada pajangan Rapid test," Ujar Jamaluddin.

Saat sore tiba di RS Zubir Mahmud sekira pukul 05.00 WIB, ayahanda jamaluddin M Yusuf hampir saja dilarikan ke RS Zainal Abidin Banda Aceh.

Dengan tegasnya Jamaluddin, dan pihak keluarga juga menolak, saat itu juga kami lebih memilih bawa pulang ayahanda jamaluddin, pada malam tiba sekira di tengah malamnya M Yusuf ayahanda jamaluddin meninggal dunia.

Selepas itu beredar lah informasi yang tidak seronok, bahwa oknum Puskesmas nyatakan ayahanda Jamaluddin meninggal akibat terpapar covid-19,

Informasi yang tidak seronok itu disebarkan oleh pihak Puskesmas dan oknum-oknum Puskesmas Birem Bayeun bahwasanya ayahanda Jamaluddin meninggal dinyatakan terpapar covid-19.

Jamaluddin anak almarhum M Yusuf mengatakan kepada oknum Puskesmas Keude Birem bahwa mereka sangat tidak ahli profesional dalam menjalankan pekerjaan.

”sebagaimananya kita katakan orang positif covid, sementara tidak pernah di swab” Imbuh Jamal lagi.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Birem Bayeun Aceh Timur, dr Ayu Latifah dihadapan keluarga almarhum Bapak M Yusuf memohon maaf atas kesalahpahaman ini.

Tak hanya bermaksud menjelekkan seorang oknum, tapi ini nyatanya awalannya kami dihubungi pihak RSCM PTP Langsa, bahwa ayahanda Jamaluddin M Yusuf meninggal dunia dinyatakan Reaktif covid," Katanya.

Dr Ayu Latifah Sebagai kepala UPTD Puskesmas Birem Bayeun, dan beberapa jajaran kerabat bidan Puskesmas Birem Bayeun meminta permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga M Yusuf yang salah menyatakan kendalanya meninggalnya M Yusuf," Ungkapan Permohonan maaf, Dr Ayu Latifah dan jajaran bidan Puskesmas Birem Bayeun.


Published: IlhamPranataa

Media Pewarta: https//www.infoacehtimur.com/

Reactions

Post a Comment

0 Comments