Sebelum Dieksekusi Mati, Bos Sabu 70 Kg Asal Aceh Punya Waktu 180 Hari untuk Ajukan PK


Aparat Polres Aceh Utara mengawal pemindahan Bos Sabu Ramli dari Mapolres Aceh Utara ke LP Langsa Kelas IIB beberapa waktu lalu.

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

LHOKSUKON – Bos sabu Ramli (56) asal Desa Calok Geulima, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur akan melawan putusan Mahkamah Agung (MA) RI dengan upaya hukum luar biasa yaitu mengajukan peninjauan kembali (PK) atas putusan pidana mati terhadap dirinya.

Ramli divonis mati hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara 10 Oktober 2019.

Putusan tersebut kemudian dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Ramli mengajukan kasasi ke MA, dan MA juga menolak kasasi Ramli.

Salinan putusan MA diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara baru-baru ini.

Selain Salinan putusan Ramli, jaksa juga menerima putusan MA untuk tiga terpidana lainnya.

• Bos Sabu 70 Kg Asal Aceh Dihukum Mati, Anak & Menantu juga Dihukum Seumur Hidup

• Repsus Aceh Gandeng PWI Kota Langsa Bagikan Masker Ratusan Masker

• FOTO - Operasi Jalak Sakti, Latihan Gabungan TNI-AU, Basarnas, PMI, dan BNPB di Lanud SIM

Ramli ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Bea Cukai setelah menggagalkan penyelundupan 70 kilogram sabu dan tiga kilogram ekstasi pada 10 Januari 2019.

Kasus itu juga melibatkan anaknya, Metaliana (30) serta menantunya atau suami dari Metaliana, Muhammad Zubir (28) asal Desa Seuneubok Baro Kecamatan Idi Cut, Aceh Timur.

Kemudian Saiful Bahri (36), alias Pon warga Desa Seuneubok Baro Kecamatan Idi Cut, Aceh Timur.


Penulis: Jafaruddin
Editor: Ansari Hasyim
Sumber: Serambi Indonesia
Reactions

Post a Comment

0 Comments