Warga Peureulak Lokop Minta Jalan Penghubung Dibangun Tahun Ini

INFOACEHTIMUR.COM Aceh Timur - Jika jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues, yang termasuk dalam pembangunan proyek multiyears tidak dibangun tahun 2020 ini, maka masyarakat Kecamatan Peunaron dan Serbajadi, Aceh Timur, meminta bergabung dengan Kabupaten Gayo Lues.

Hal itu disampaikan oleh Ketua KPA Daerah Istimewa Lokop, Wilayah Peureulak, Unaruddin alias Renggali kepada Serambinews.com, Sabtu (19/9/2020).

Karena itu, kata Renggali, pihaknya sangat mendukung kebijakan Plt Gubernur Aceh, untuk melanjutkan pembangunan jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues, yang termasuk dalam proyek multiyears.

"Kami berharap jangan ada yang menghambat peroses pembangunan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues, karena jalan ini merupakan kepentingan rakyat Aceh Timur dan Gayo Lues," tegas Renggali.

Apabila proyek multiyears ini digagalkan, maka besar kekemungkinan pembangunan Jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues ini tidak akan terbangun dalam waktu dekat dan akan merugikan masyarakat.

Renggali mengatakan, permohonan agar pembangunan jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues yang termasuk dalam proyek multiyears ini, sudah disampaikan kepada Bupati Aceh Timur.

Bahwa masyarakat Peunaron dan Serbajadi, sangat mengharapkan agar Bupati Aceh Timur, memperhatikan pembangunan jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues agar segera dilaksanakan.

"Jika Bupati Aceh Timur tidak memperhatikan, berarti bupati kurang memperhatikan masyarakat Aceh Timur yang berada di pedalaman yaitu di Kecamatan Serbajadi dan Peunaron. Karena itu, kami memohon kepada Bupati Aceh Timur, agar mengembalikan kami ke Kabupaten Gayo Lues agar kami lebih diperhatikan," ungkap Renggali.

Dukungan kepada Plt Gubernur Aceh, agar melanjutkan pembangunan jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues, juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Serbajadi, Bukhari Muslim MH.

"Kami masyarakat Kecamatan Serbajadi dan Peunaron, mendukung kebijakan Plt Gubernur Aceh, untuk melanjutkan proyek multiyears ini, mengingat kondisi jalan saat ini rusak parah," ungkap Bukhari.

Jaan rusak, kata Bukhari, mulai dari Desa Seumanah Jaya, Ranto Peureulak, sampai dengan perbatasan Gayo Lues.

Kondisinya, banyak ditemukan lubang, selain itu banyak jalan ditimbun longsor dari gunung dan badan jalan amblas serta berbentuk parit di tengah jalan.

Sehingga sulit dilintasi.

"Karena rusak parah, kalau kita naik kendaraan jadi seperti naik kuda," ungkap Bukhari.

Apalagi di Bukit Karang Kuda Km 54, kata Bukhari, banyak kendaraan bermuatan hasil bumi, yang rusak karena tak mampu menanjaki bukit karena jalannya rusak parah.

Jika jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues, tidak segera diperbaiki dikhawatirkan banyak korban kecelakaan.

Apalagi jalan ini tidak hanya digunakan masyarakat Aceh Timur saja, tapi juga

digunakan masyarakat dari Gayo Lues, Aceh Tenggara dengan berbagai tujuan.

"Karena itu, kami mohon kepada pemerintah Aceh agar segera memperbaiki jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues ini," pinta Bukhari. (*)

Reactions

Post a Comment

0 Comments