Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kakak Korban Minta Maaf, Pelaku Ternyata Bukan Warga Aceh, Mohon Jangan Hujat Orang Aceh


Berikutnya setelah kakak korban mengungkapkan Klarifikasi nya lewat medsos. Saat ditanya oleh awak media, bahwa Safrizal sama-sama satu marga dengannya.

INFOACEHTIMUR, Klang - Setelah selang beberapa hari sosok pembunuhan sadis yang terjadi pada adiknya berinisial L (20) di Jalan Sri Sarawak 18, Taman Sri Andalas, Klang, Kamis (24/20) kemarin.

Kakak korban mengakui bahwa yang bunuh adik kandungnya yaitu Safrizal atau Yahdi ternyata bukan marga Aceh, hanya saja ia perantauan yang tinggal di Aceh-Langsa.


Anehnya lagi, dikalangan media massa TikTok, Facebook, Instagram dan lain-lain, sayangnya sudah beredar luas. Bahwa si pembunuh itu katanya marga Aceh.

Dimana waktu itu di daerah Klang Selatan, kakak korban berkata, lelaki itu dikenali sebagai Safrizal yang dipercayai tinggal berlainan bilik di rumah tersebut," ucap kakak korban. 


Sebelumnya, tim infoacehtimur juga menghubungi salah satu warga Aceh yang berada di lokasi kejadian, untuk dapat memberikan informasi lebih akurat terhadap pelaku pembunuhan seorang wanita berusia 20 tahun itu.

Setelah mendapatkan hasil informasi diperoleh, kami mendapat sebuah video klarifikasi dari kakak korban pembunuhan terhadap seorang adik kandungnya L (20) yang tewas dibunuh dengan separuh bugil. Dimana video klarifikasi permohonan maaf yang berdurasi 1 menit, pada Minggu (27/12/2020) dini hari.

Sebelum permohonan maaf itu terjadi, kakak korban sempat mengakui bahwasanya Safrizal yang tega membunuh adiknya yaitu warga asli Aceh.

Berikutnya setelah kakak korban mengungkapkan Klarifikasi nya lewat medsos saat ditanya oleh awak media, bahwa Safrizal sama-sama satu marga dengannya di Sidempuan, Medan Sumatera Utara.

"Maaf ya buat semuanya dia itu bukan orang Aceh, dia itu orang daerah kami Sidempuan, dia itu satu marga sama saya", ungkap kakak korban.

Tambahnya, sebenernya dia itu bukan orang asli Aceh, dia itu cuma merantau dan dia itu juga satu marga sama kami.

"Saya minta maaf kepada seluruh warga Aceh, yang berada di Malaysia ataupun di daerah Aceh, ternyata yang bunuh adik saya itu satu marga dengan saya, warga Medan Sidempuan, Sumatera Utara, yaitu marga Siregar. Mohon jangan hujat orang Aceh," tutupnya dengan penuh permohonan maaf lewat video klarifikasi nya.



Sebelum Dibunuh, Diduga Hendak Diperkosa

Seorang perempuan pekerja migran Indonesia (PMI) ditemukan tewas di sebuah rumah toko (ruko) di Selangor, Malaysia. Diduga terjadi upaya pemerkosaan kepada korban berinisial L (20) itu sebelum dibunuh.

"Info yang kami terima, sejauh ini mengingat pelaku juga masih dalam pencarian dugaan awal korban merupakan korban tindak pembunuhan, terdapat informasi dugaan upaya pemerkosaan," kata Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur, Yoshi Iskandar, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (26/12/2020).

Korban ditemukan di dalam kamar dari sebuah rumah toko (ruko) di Taman Seri Andalas, Klang, Selangor, Malaysia, pada Kamis (24/12) lalu. Korban ditemukan hanya menggunakan kaos alias setengah telanjang.

Polisi Malaysia masih memburu pelaku. Diduga, pelaku adalah seorang pria yang juga warga negara Indonesia (WNI).

"(Pelaku) Masih dalam pencarian pihak Polisi Malaysia atau PDRM. Selain ini diduga pelaku berasal dari Indonesia," kata Yoshi.

Pernyataan tersebut sekaligus meluruskan kabar yang beredar di media sosial (medsos) yang menyatakan pelaku sudah ditangkap. KBRI Kuala Lumpur menyatakan terus memantau kasus ini dengan berkomunikasi dengan PDRM.

Korban L merupakan tenaga kerja wanita (TKW) yang berasal dari Sumatera Utara (Sumut). L tinggal dengan kakaknya di Malaysia.

Disebutkan saat peristiwa pembunuhan terjadi, kakak korban baru saja keluar dari ruko untuk membeli makan. Betapa kagetnya kakak korban begitu mengetahui adiknya jadi korban pembunuhan.

Video kakak korban menangis histeris di pelataran ruko viral di medsos. Perempuan berbaju biru tersebut menangis sembari terduduk di depan ruko.

Dilansir kantor berita Bernama, Sabtu (26/12), korban ditemukan tewas dengan luka tusuk di leher kiri. Lokasi ruko tiga lantai tersebut berada di Jalan Sri Sarawak 18, Taman Sri Andalas, Klang.

Kepala Polisi Klang Selatan, ACP Shamsul Amar Ramli, mengatakan pihaknya menerima telepon terkait penemuan jenazah perempuan Indonesia dari seorang perempuan setempat sekitar pukul 02.05 WIB.

Dia mengatakan mayat itu ditemukan setengah telanjang atau hanya mengenakan kaos. Korban yang diperkirakan berusia 20 tahunan diduga diperkosa sebelum dibunuh pelaku.

"Upaya melacak tersangka sedang dilakukan," kata Shamsul.

Pemeriksaan tubuh korban ditemukan luka tusuk di leher kiri, katanya. Jenazah korban dibawa ke rumah sakit forensik Tengku Ampuan Rahimah (HTAR) Klang untuk diautopsi. (Detik)