Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Angen Badee Ba: Film dan Sutradara Ditekan oleh Militer Indonesia


Angen Badee Ba: Film dan Sutradara Ditekan oleh Militer Indonesia oleh Akbar Rafsanjani Film bisa lebih berbahaya daripada gerakan politik.

Mereka menciptakan kebenaran subjektif di setiap audiens.

Film dan militer menjadi dua topik yang sering bersinggungan, khususnya di Asia Tenggara. Film digunakan oleh rezim militer sebagai propaganda dan dapat digunakan sebagai senjata yang menyerang militer itu sendiri.

Pejabat militer memahami kekuatan film. Di Indonesia, film Pengkhianatan G30S PKI merupakan film propaganda tersukses selama puluhan tahun mempromosikan rezim Suharto.

Aceh, di bagian barat Indonesia, telah menjadi lokasi konflik berkepanjangan di wilayah tersebut, dimulai ketika armada Portugis diusir dari Selat Malaka, diikuti oleh perang dengan penjajah Belanda, dan kemudian dengan Jepang selama PD II.

Milisi Darul Islam didirikan setelah perang itu, dan mereka menuntut kemerdekaan dari Republik Indonesia.

Saat ini, bioskop di Aceh tidak bisa berkembang dan produksinya nyaris nihil. Baru ketika film berjudul Tjoet Nja 'Dhien (1988) dibuat akhirnya menghirup angin segar, namun tidak ada kemajuan nyata setelah itu.