Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Anggota LSM Ngaku Wartawan Peras Kepsek dan Kades

Infoacehtimur.com / Hukum - Tiga orang oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menjadi tersangka dugaan tindak pidana pemerasan atau penipuan terhadap 5 kepala sekolah (Kepsek) dan 2 Kepala Desa (Kades) di Nias Selatan, Sumatera Utara, setelah berhasil diciduk polisi, Selasa (2/3/2021).

Ketiga pelaku tersebut adalah AA (61) warga Danau Singkarak Lingkungan IV Kelurahan WEK V Kecamatan Padang Sidempuan, SIT (39) warga Desa Pulau Tamang Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal, dan AD (60) warga Kelurahan Pasar Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan.

Kapolres Nias Selatan AKBP Arke Furman Ambat menyebutkan modus ketiga pelaku yakni mengaku sebagai wartawan dan anggota KPK yang bertugas untuk audit investigasi dan monitoring penggunaan keuangan Negara.

“Pada Selasa tanggal 2 Maret 2021 sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku menuju kecamatan Toma menjumpai kepala sekolah SDN 075076 Hilinamonih bernama Yanihati Loy untuk melakukan audit investigasi,” katanya saat konferensi pers di Mapolres Nias Selatan, Sabtu (6/3/2021), dikutip Jurnalnews.net.

Ambat menuturkan, bahwa pada saat itu suami dari Yanihati mengusir para tersangka sehingga ketiga tersangka pergi meninggalkan lokasi SDN 075076 Hilinamoniha.

“Para pelaku yang tidak terima dengan perlakuan suami Yanihati Loy, lalu mengajak sang suami ke Polres Nias Selatan untuk membuat laporan pengaduan dalam perkara menghalang-halangi anggota pers dalam pelaksanaan tugasnya,” ucapnya.

Ia mengatakan, sesampainya di Polres Nias Selatan, awalnya laporan pelaku ditolak dan disarankan untuk kembali pulang.

Namun pelaku AD memaksakan diri agar laporannya tetap diterima.

“Sehingga ketiga pelaku dibawa ke ruang Satreskrim untuk diwawancarai sebelum membuat laporan pengaduan, dan ternyata ketiga pelaku tidak dapat menunjukkan legalitasnya sebagai seorang pers yang membuat penyidik curiga dengan tujuan kedatangan pelaku ke SDN 075076 Hilinamoniha,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ambat menyebutkann petugas yang merasa curiga dengan pelaku langsung menghubungi Kepala Sekolah SDN 075076 Hilinamoniha.

Kepala sekolah yang dihubungi oleh polisi menjelaskan bahwa pelaku meminta uang sebesar Rp 5 juta.

“Penyidik pun mengetahui semua kegiatan dan kejadian pemerasan yang dilakukan oleh pelaku,” katanya.

Ambat membeberan setelah diketahuinya kedok pelaku, lalu para korban yang selama ini menjadi korban penipuan mendatangi Polres Nias Selatan.

“Korbannya ada 7 orang, kepala sekolah dan kepala desa. Polisi pun langsung mengamankan ketiga pelaku,” ucapnya.

Polisi juga mengungkap adanya 7 korban pemerasan dari para pelaku ini, diantaranya Efet Aprianto Lase, Kepala Sekolah SMPN 1 Gomo (kerugian Rp 6.000.000), Makmur Telaumbanua, Kepala Sekolah SDN Hilianaa Gomo (kerugian Rp 500.000,), Paudu Ziduhu Telaumbanua, Kepala Sekolah SDN 071223 Orahili Gomo (kerugian Rp. 800.000).

Kemudian Bettyani Buaya, Kepala Sekolah SMAN 1 Hilisalawahae (kerugian Rp 500.000), Arota Laia, Kepala Sekolah SDN 075072 Hilindrasoniha Raya (kerugian Rp 1.000.000), Situasi Duha, kades Bawodobara (kerugian Rp 500.000), dan Suka Damai Halawa, kades Maluo Hilisalawaahe (kerugian Rp 500.000).

“Total uang dari 7 orang korban sebesar Rp 9,8 juta, sedangkan jumlah uang yang diamankan dari ketiga tersangka sebesar Rp 4,35 juta. Dan sisa uang hasil kejahatan telah habis dipergunakan ketiga tersangka sebagai biaya operasional,” beber Ambat.

Kepada polisi, ketiganya mengaku nekat untuk melakukan penipuan agar mendapatkan sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhan.

“Pengakuannya untuk mencari uang agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga atau kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Dari tangan ketiga pelaku polisi menyita barang bukti uang sebesar Rp 4.350.000, satu unit mobil BK 1886 FJ, tiga handphone, satu buah Stempel DPP LSM, sembilan lembar Kartu Pengenal milik ketiga pelaku dari berbagai LSM, satu rompi warna hitam yang terdapat tulisan Pers Divisi Hukum Mabes Polri Korwil, dan beberapa lembar berkas lainnya.


SUMBER : DATARIAU.COM