Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Isra Mi'raj Sebagai Titik Perubahan Besar

Setelah pembahasan intensif tentang Isra Mi’raj beberapa waktu ini, marilah menarik kesimpulan.

Bagaimana posisi Isra Mi'raj dalam sejarah Islam? Ternyata, peristiwa ini amat penting dan memberi efek yang besar bagi banyak pihak.

Peristiwa ini bukan saja berdampak bagi Baitul Maqdis, tetapi juga bagi orang-orang beriman di Mekkah dan kehidupan pribadi Rasulullah shallalahu 'alayhi wasallam.⁣
1. Bagi Baitul Maqdis, Isra Mi'raj meninggikan posisinya di mata kaum Muslimin. Baitul Maqdis berperan sebagai penghubung antara perjalanan Rasulullah di dunia (Isra) dengan perjalanan Rasulullah ke langit (Mi'raj).

Padahal, jika Allah menghendaki perjalanan dari Makkah sangat mungkin langsung menuju langit. Tidak perlu “transit” melalui Baitul Maqdis. Hal ini mengisyaratkan Baitul Maqdis sebagai titik sentral dalam peristiwa besar ini.⁣
2. Untuk orang-orang beriman, peristiwa bersejarah ini seperti penghibur bagi mereka setelah diboikot oleh kaum Quraisy.

Pada tahun ke-7 kenabian, kaum Quraisy mencoba menghentikan aktivitas dakwah Rasulullah dengan melakukan boikot kepada kaum Muslimin di sebuah tempat bernama lembah Abu Thalib.

Pada saat itu, umat Islam menghadapi kondisi yang sangat sulit karena boikot ini mencakup larangan jual beli, interaksi sosial, dan juga pernikahan. ⁣
Setelah keadaan yang menyengsarakan ini selesai, Allah memperjalankan Rasulullah melalui Isra Mi'raj.

Bagi kaum Muslimin, Isra Mi'raj menandakan kebebasan dari tekanan selama tiga tahun diboikot.⁣
3. Bagi Rasulullah, peristiwa mukjizat ini membawa harapan baru saat menghadapi berbagai tantangan dakwah. Para sejarawan menyebutnya sebagai tahun kesedihan, karena pada tahun tersebut banyak ujian yang datang kepada Rasulullah. Diawali dengan wafatnya istri tercinta Rasulullah, ibunda Khadijah. Kemudian paman beliau, Abu Thalib, pun meninggal dunia.

Kesedihan Rasulullah bertambah-tambah akibat pamannya wafat dalam keadaan belum memeluk Islam. Selanjutnya, Rasulullah mengalami penolakan sekaligus penyerangan oleh penduduk Taif saat beliau mencoba mencari lokasi dakwah baru. 

Di titik terendah dalam kehidupan Rasulullah, terjadilah Isra Mi'raj. Sebuah hiburan dan hadiah terindah dari Allah untuk kekasih-Nya.

Peristiwa ini pun membawa dampak besar bagi Rasulullah. Kesedihannya berubah menjadi sebuah harapan akan berkembangnya ajaran Islam.

Maka, benarlah bahwa peristiwa Isra Mi'raj merupakan titik perubahan besar pada masa-masa sulit dakwah di Mekkah.

Hal ini mengindikasikan Baitul Maqdis memiliki posisi penting dalam kehidupan Rasulullah. Oleh sebab itu, sudah selayaknya bagi umat Islam untuk tidak mengabaikan tempat suci ini, Baitul Maqdis.