Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Milenial Smartfarming, Program Bank BNI Perkuat 'teknologi' Pertanian.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan Program Milenial Smartfarming untuk mengajak dan mendorong kaum muda milenial untuk mengembangkan ekosistem digital pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) bersama Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto (kanan) menunjukan jagung yang telah dipanen saat peluncuran program Millenial Smartfarming, di Desa Narawita, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021). Program millenial smartfarming yang mengedepankan peranan petani muda tersebut memanfaatkan teknologi digital IoT (Internet of Thing) dan AI (Artificial Intelegent) serta didampingi oleh BNI dan mitra pihak ketiga. (Copyright Harianaceh.co.id)
 

Menciptakan petani-petani muda yang memiliki kapabilitas dalam mengelola aktivitas proses bisnis pertanian dengan memanfaatkan teknologi merupakan tujuan utama dari program Milenial Smartfarming ini sehingga sektor pertanian mendapatkan manfaat dari proses digitalisasi.

Dilansir dari Harianaceh.co.id, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI, Sis Apik Wijayanto mengatakan perseroan telah mengajak para milenial yang siap dan memiliki semangat yang tinggi untuk menjadi usahawan pertanian. Para milenial akan berperan sebagai key player dari aktivitas bisnis pertanian, mulai dari pendataan dan akuisisi petani menggunakan aplikasi teknologi, penerapan teknologi digital selama budidaya, penggunaan sistem informasi digital pada manajemen usaha pertanian, hingga pembukaan akses pasar.

“Milenial Smartfarming mengedepankan peranan milenial didorong dalam pemanfaatan teknologi digital IoT (Internet of Thing) dan AI (Artificial Intelegent) di sektor pertanian dengan metode pendampingan dari BNI dan mitra pihak ketiga, sehingga hasil budidaya pertanian meningkat dengan biaya yang efisien,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/3).

Masih Menurut Direktur Hubungan Kelembagaan BNI, perseroan juga menjalin kerja sama dengan instansi terkait seperti Telkom dan Pupuk Indonesia untuk menggerakkan petani muda milenial dengan teknologi terbaru dan beradaptasi perubahan.

Pada tahap awal, program Millennial Smartfarming dilaksanakan pada Rabu (10/3) di Desa Narawita, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dihadiri oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Benny Bachtiar.

Selain pihak BNI, acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Digital Bisnis PT Telkom Muhammad Fajrin Rasyid, Direktur Transformasi Bisnis PIHC Panji Winanteya Ruky, dan CEO PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa Anto Yulianto Budi Santosa.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan kolaborasi pada masa pandemi Covid-19 begitu krusial, sehingga kontribusi BNI dalam mengawal perkembangan sektor pertanian sangat penting.

Salah seorang petani milenial yang ikut hadir dalam kegiatan ini, Andi, mengaku sangat terbantu lewat program Milenial Smartfarming, terutama untuk proses bertani, mulai dari pemantauan lahan hingga pemupukan kepada tanaman jagung.

“Membantu kami sekali selaku petani jagung dan lainnya, berdasarkan pengalaman kami yang pakai teknologi ini, ini bisa memantau lahan dimanapun dan kapanpun, karena dengan alat sensor kami bisa mengendalikan lahan jagung, penyiapan lahan, pemupukan lewat aplikasi yang kami instal pada ponsel kami,” ucapnya.

Tak hanya melalui program ini, keterlibatan BNI dalam mendorong kemajuan sektor pertanian juga terealisasi dalam program yang lain. salah satunya adalah KUR Pertanian. BNI telah mendukung kesejahteraan petani melalui realisasi penyaluran KUR sektor pertanian dengan penyaluran pada 2020 sebesar Rp 5,7 triliun serta menyentuh 167.840 petani di seluruh Indonesia.

Telah terbit di Harianaceh.co.id pada 11/03 dengan judul "BNI Dorong Penguatan Pertanian dengan Milenial Smartfarming".