Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Parah, Pelaku Pembantaian Guru Ngaji di Aceh Mengaku dirinya Merupakan Imam Mahdi

Barang bukti sangkur milik pelaku pembantaian keluarga guru ngaji di Banda Aceh. (Foto: iNews/Syukri Syarifuddin)


INFOACEHTIMUR.COM - Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh, Provinsi Aceh merilis kasus pembantaian yang dilakukan tersangka P (20) hingga menelan korban empat orang, satu di antaranya tewas di lokasi kejadian. Sayang, polisi belum mendapatkan keterangan pasti dari pelaku. 

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan, pelaku mengalami perubahan perilaku dan kerap berhalusinasi selama seminggu sebelum insiden terjadi. Hingga saat ini, pelaku telah menjalani pemeriksaan sebanyak empat kali di Polresta Banda Aceh. 

“Motif belum bisa kita ketahui. Sudah empat kali diperiksa, keterangan yang diperoleh penyidik selalu berubah ubah,” katanya, Senin (8/3/2021). 

Dia menambahkan, satu hari sebelum peristiwa tragis itu terjadi, tersangka sempat mengirimkan pesan kepada pemilik kafe tempat dia bekerja. Isinya, dia mengaku jika dirinya merupakan Imam Mahdi. 

Guna pengembangan lebih lanjut serta untuk mengetahui motif dari pelaku, polisi akan membawa tersangka untuk pemeriksaan kejiwaan. Saat ini polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa sebilah sangkur dan baju korban.

"Pelaku mengaku sangkur ini dia miliki saat masih ikut kegiatan pramuka," katanya.

Ryan mengatakan, yang pasti hingga saat ini, tidak ada permasalahan apapun antara pelaku dengan para korban. 

Saat ini, pelaku dikenakan Pasal 351 Ayat 3 Junto Pasal 338 tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. 

Sebelumnya, satu keluarga guru ngaji di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh dibantai orang tak dikenal. Lokasi kejadian berada Desa Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, pada Jumat (5/3/2021) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Satu orang meninggal di tempat dengan kondisi bersimbah darah yakni Ramlah (35). Dia mengalami luka bacok di sebagian dada. 

Setelah penyelidikan, pelaku pembantaian yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban, P (20). Dia telah ditangkap kurang dari 24 jam pascakejadian. Pelaku akan menjalani tes kejiwaan. 


Sumber : iNewsAceh