Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pemain Cantik Blasteran Australia Mengisi Timnas Putri Indonesia



Infoacehtimur.com / Lifestyle - Publik dibuat heboh dengan munculnya pernyataan dari Bupati Kabupaten Lebak Iti Octavia Jayabaya yang menyebutkan siap kirim santet kepada Moeldoko.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat banyak tanggapan yang beragam karena tak menyangka ada upaya seperti ini.

CEO Cyber Indonesia Muannas Alaidid sangat menyangkan sikap yang dilakukan oleh Iti Octavia Jayabaya sebagai aparatur negara sekaligus kader Partai Demokrat.

“Demi Allah ini memalukan! Kecewa internal parpol silahkan, tapi seorang pemimpin tetap menjaga moralitas dan etika, bupati kok ancam nyantet?” cuit Twitter @muannas_alaidid, 8 Maret 2021.

Dia pun mengharapkan agar Banten yang dikenal sebagai daerah religi dan islami, berubah menjadi daerah santet.

“Jangan sampai Banten, kota religi berubah jadi kota santet,” tuturnya.

Kemudian pada cuitan berikutnya, Muannas menyarankan agar Iti Octavia Jayabaya menempuh jalur hukum, bukannya santet.

“Kalo tidak cocok dengan pak @Dr_Moeldoko tempuh upaya hukum, level bupati kelakuan musyrik sampai hati ancam santet tidak mencerminkan tampilan,” ucapnya.

Muannas Alaidid menganggap bahwa santet yang akan dikirim Iti Octavia Jayabaya merupakan tindakan criminal yang justru merugikan Partai Demokrat.

“Ambil langkah hukum dan politik dong mestinya Bupati Lebak, bukan tindakan criminal yang bisa merugikan partai termasuk nama baik Pak SBY dan mas AHY,” katanya.

CEO Cyber Indonesia ini kemudian meminta agar Bupati Lebak segera mencabut perkataannya tersebut kepada publik.

“Bahkan bupati itu sendiri terlebih warga Banten sebagai kota islami, tidak dibenarkan hanya karena membela partai mesti santet, harus dicabut ucapan itu,” ujarnya. 

Iti Octavia Jayabaya didesak untuk segera meminta maaf kepada Moeldoko, Partai Demokrat dan masyarakat atas ucapannya tersebut.

“Jangan sampai Banten kota islami kemudian malah dikenal jadi kota santet, ini bupati bahaya betul, harus minta maaf,” tutur Muannas.

Sebagaimana diketahui, Moeldoko sendiri saat ini masih aktif bertugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Pada 5 Maret 2021, dirinya terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa yang memicu pertentangan dari banyak kader Partai Demokrat berbagai daerah.