Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Santri Aceh diharapkan dapat diajarkan Pelajaran Politik Islam



Infoacehtimur.com / Banda Aceh - Santri yang belajar di dayah-dayah di Aceh diharapkan dapat diajarkan mata pelajaran politik Islam (Siyasah Syari’yyah). Politik Islam diharapkan diajarkan kepada santri karena orientasinya kepada kebaikan.

Hal tersebut mengemuka dalam dialog “pèh tèm” aktivis dayah yang yang diselenggarakan Pengurus Besar (PB) Rabithah Thaliban Aceh (RTA), Jum’at, 5 Maret 2021.

Kegiatan yang berlangsung di sekretariat PB RTA ini dihadiri puluhan aktivis santri dayah dan membicarakan rumusan pembelajaran mata pelajaran politik Islam (Siyasah Syari’yyah) bagi santri di dayah.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yaitu Tgk Muhibussabri A Wahab (Ketua Partai Daerah Aceh), Haekal Afifa (Ketua Majelis Akreditasi Dayah Aceh), Azhari MSi (Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Aceh) dan Tgk Marbawi Yusuf (Rais ‘Am RTA).

“Pelajaran politik Islam atau Siyasah Syari’yyah perlu diajarkan bagi santri-santri di dayah yang sudah kelas enam. Agar mereka paham tentang tujuan politik Islam serta pentingnya Islam mempengaruhi kebijakan yang berorientasi kepada kebaikan, ” ujar Haekal Afifa dalam acara yang dipandu Dr Tgk Teuku Zulkhairi (Ketua 1 RTA).

Sementara Tgk Muhibussabri A Wahab atau lebih akrab disapa Abi Muhib dalam paparannya banyak membicarakan tantangan yang dihadapinya dalam perjuangannya sebagai politisi dari partai politik berbasis dayah.

Abi Muhib banyak mengisahkan perjalanan karirnya sebagai sebagai politisi sejak di Partai Persatuan Pembangunan hingga sekarang Partai Daerah Aceh.

“Kalau kalangan dayah tidak ada di parlemen maka jangan harap ada kebijakan yang pro dayah dan pro syariat Islam,” ujar Abi Muhib.

Acara dialog “pèh tèm aktivis dayah” diselenggarakan rutin oleh PB RTA untuk merespon berbagai isu aktual keacehan, isu-isu pendidikan dayah dan keislaman.