Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Terkait Kasus Pembunuhan Sadis Terhadap Guru Ngaji, ''Kami Beri Makan, Tapi Dia Bunuh Istri Saya''


INFOACEHTIMUR.COM – Seperti yang diberitakan sebelumnya, pembunuh sadis terjadi di Jalan Pendidikan, Dusun Meunasah, Nomor 5,  Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Jumat (5/3/2021) sekitar pukul 10.15 WIB tadi pagi.

Dimana pada saat itu, Korban atas nama Ramlah (35), ibu rumah tangga (IRT) meninggal dunia setelah dihujami tikaman pisau bertubi-tubi yang dilakukan oleh tersangka Putra Pratama (21) yang juga warga setempat.


Selanjutnya, Disadur melalu Atjehwatch.com, ADI tambah terkejut kala mengetahui bahwa pelaku pembacokan terhadap keluarganya adalah Putra, sepupunya sendiri.

“Perasaan saya saat itu tak karuan. Sedih, marah dan jengkel,” kata Adi.

“Jika saya berada di lokasi. Saya mungkin sudah membunuh putra (pelaku-red) atau dia bunuh saya juga. Anak saya sudah yatim piatu.”

Adi mengaku benar-benar terkejut ketika mendengar Putra pelaku pembacokan.

Putra adalah anak dari adik mamaknya. Ibu putra sudah lama meninggal. Sedangkan kakak Putra menikah dan kini tinggal di Pekan Baru.

Rumah Putra berada di belakang rumahnya. Tembok mereka saling berdempetan.

“Putra sehari-hari tinggal bersama ayahnya yang kerja serabutan pasca tsunami,” jelas Adi.

Karena kehidupan Putra yang menyedihkan, keluarga Adi sering membantu mereka setiap harinya.

“Istri saya (korban-red) sering kasih nasi dan lauk sayur, dan itu bukan sehari dua hari,” kata Adi.

Adi sendiri mengaku berkomunikasi yang baik dengan Putra selama ini.

“Dia itu sepupu saya. Sama orang lain, mungkin dia jarang berbicara. Tapi kalau sama saya bicara dia. Kemarin dia (pelaku-ed) tersenyum pas berpas-pasan dengan saya. Kami tidak ada masalah sama sekali,” ujarnya.

Adi juga sering mengajak Putra untuk pergi ke mesjid saat azan dan pelaku menuruti permintaan tersebut.

“Ini yang membuat saya terkejut. Dia membunuh istri saya yang begitu baik padanya selama ini.”

“Kami beri makan, tapi dia bunuh istri saya,” katanya lagi.

Menurut Adi, Putra kadang-kadang memang jarang keluar rumah. Menurut keterangan saudaranya yang lain usai kejadian, bau rumahnya sangat menyengat karena jarang dibersihkan.

(Bersambung)