Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tiba-tiba Polri Keluarkan Imbauan, Bajak WhatsApp Kian Ngeri?


INFOACEHTIMUR.COM –

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Mabes Polri mengingatkan seluruh masyarakat pengguna masyarakat untuk waspada, jika menerima pesan yang meminta One time Password (OTP). Itu adalah aksi kejahatan siber.

"Saat ini, banyak cara bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih akun Whatsapp. Jika Anda mendapatkan pesan teks dari Whatsapp, Jangan bagikan kode yang ada dapatkan dan jangan klik link tersebut," tulis Siber Polri dalam akun resminya, Jumat (12/3/2021).

Paur Subbagops Dittipidsiber Bareskrim Polri, Iptu Jhehan Septiano mengatakan dalam OTP Scam pada WhatsApp, peretas mengirimi Anda pesan yang mengaku sebagai teman/orang dalam kesulitan. Para pelaku menarik perhatian korbannya dengan menjelaskan adanya sejumlah keadaan darurat yang dialaminya.

Lalu setelah adanya jaminan orang tersebut dalam kesulitan, pelaku akan meminta OTP. Mereka menggambarkan pesan itu sebagai penerus yang tidak sengaja dan terus memikat korbannya agar mau meneruskan OTP.

"Para scammer akan mengirim banyak pesan untuk memikat Anda/memunculkan rasa iba agar meneruskan OTP," kata dia.

OTP ini akan digunakan sebagai cara mengakses akun WhatsApp. Jadi saat korban membagikan kode tersebut pada para pelaku kejahatan, maka akan terkunci dari akun WhatsAppnya sendiri.

Sebaliknya setelah mendapatkan OTP dan masuk ke akun korbannya, scammer dapat akses penuh ke pesan, kontak dan grup pada akun tersebut. Setelah itu para pelaku akan melancarkan aksi pada teman atau keluarga serta kontak yang ada pada akun korbannya.

"Scammer meminta bantuan keuangan kepada teman/keluarga korban. Ada juga yang mencoba menipu orang lain yang ada pada kontak korban," jelasnya.

Mengutip data dari lama resmi patrolisiber.id yang dikelola Dittipidsiber Bareskrim Polri, sepanjang 2020, ada 12.197 laporan pengaduan masyarakat yang masuk melalui portal tersebut. Total kerugiannya mencapai Rp 1,12 triliun.

Total platform terlapor terbanyak adalah WhatsApp sebanyak 4,888 aduan. Lalu Instagram 3.610 aduan, Facebook 1.910 aduan dan Telepon atau SMS sebanyak 1.640 aduan.


Sumber : CNBC INDONESIA