Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Walikota Tewas Tertembak, Polisi: Tak Sengaja

Ilustrasi kantong jenazah berisi tubuh seorang laki-laki, melewati orang-orang yang melihat, yang menurut polisi tewas dalam operasi pembelian narkoba di Manila di Filipina, Rabu (12/10/2016).


Infoacehtimur.com / Filipina – Seorang walikota di Filipina menjadi korban tewas dalam penembakan yang dilakukan oleh polisi.

Dari informasi yang diperoleh redaksi Infoacehtimur.com, selain walikota, dua stafnya pun ikut meregang nyawa dalam insiden tersebut.

Ia adalah Walikota Catbalogan Ronaldo Aquino. Aquino tewas ditembak pada Senin sore (8/3), seperti dikutip AP.

Komandan polisi setempat, Brigadir Jenderal Ronaldo de Jesus mengatakan, insiden tersebut kemungkinan ketidaksengajaan, di mana polisi sedang melakukan patroli rutin di Provinsi Samar.

“Saya hanya bisa berasumsi bahwa ini kesalahan,” ujar de Jesus.

Menurut de Jesus, polisi membalas tembakan hingga membunuh Aquino dan dua stafnya. Sementara keamanan walikota menembak mati dua petugas polisi yang mengemudi di belakang van Aquino.

“Mereka memiliki kecurigaan dan menembaki polisi kami dan pasukan kami membalas,” kata de Jesus, sembari menyebut penyelidikan tengah dilakukan.

Dari video yang tersebar tak lama setelah kejadian, terlihat warga berkeliaran di sekitar van putih Aquino. Jendela mobil hancur dan van berlubang-lubang oleh peluru. Peluru bekas berserakan di lokasi serangan di tengah jembatan.

Seorang anggota parlemen yang merupakan teman Aquino, Edgar Sarmiento mengatakan walikota sedang dalam perjalanan ke perayaan ulang tahun anaknya dan kemungkinan menjadi sasaran. Tetapi de Jesus menegaskan polisi tidak mengejar Aquino dan hanya melakukan patroli rutin.

“Itu direncanakan dengan baik. Setelah van berhenti, mobil itu langsung ditabrak. Untung mereka bisa membalas,” kata Sarmiento kepada radio DZMM sambil menangis.

Di bawah pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte, insiden pembunuhan walikota dan pejabat kerap terjadi. Mereka diduga terlibat dengan perdagangan obat-obatan terlarang yang sangat ditentang keras oleh Duterte.

Namun Sarmiento mengatakan Aquino tidak terlibat dalam perdagangan obat-obatan terlarang.

Seperti diketahui, pemerintah Filipina tidak akan pernah mentolerir siapa saja yamg terlibat dalam perdagangan narkoba dan paham komunisme.(rmol.id)