Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

AJI Banda Aceh Adakan Pelatihan Menulis Laporan


INFOACEHTIMUR.COM, Banda Aceh – Kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak harus di intervensi seperti kasus covid-19

Sejak tahun 2016 sampai 2020 kasus kekerasan terhadap wanita dan anak dibanda Aceh mengalami statisktik yang tinggi.


Direktur flower Aceh Risnawati, dalam seminarnya mengatakan sebanyak 160 kasus kekerasan terhadap wanita dan anak di Banda Aceh yang meliputi tindak kekerasan fisik terhadap perempuan hingga pada kasus penceraian.

" pada tahun 2016 sebanyak 1,648 kasus, tahun 2017 sebanyak 1,792 kasus, tahun 2018 sebanyak 1,379, tahun 2019 sebanyak 1,067 dan pada tahun 2020 sebanyak 378 kasus". Ujar Risna


Memang mengejutkan, bahkan kejadian tersebut seperti bukan terjadi Di Aceh, seperti yang terjadi akhir akhir ini 10 orang tega memperkosa seorang gadis dengan bergeliran, dengan alasan membayar hutang, Tambahnya.

Menurutnya, para korban masih minim pengetahuan dan keberanian sehingga tidak tau ingin melapor kesiapa tindakan kekerasan yang dirasakan tersebut.

"Bahkan ada yang menganggap itu sebagai aib dan memalukan sehingga mereka lebih memilih untuk bungkap saja" ujarnya lagi


Berdasarkan data yang di dapatkan oleh tim flower, tercatat tiga daerah yang banyak mengalami kasus pemerkosaan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut, yaitu Kota Banda Aceh, Lhoksemawe dan Aceh Utara.


Alangkah baiknya, orang tua atau pun masyarakat lainnya mempelajari atau memberikan educatoin sex kepada Anak, guna untuk menghindari pelecehan seksual sejak dini. Tutup risna saat memberi materinya.

Acara tersebut di gelar di Gedung Aji Banda Aceh yang beralamat, Batoh, lueng bata Kota Banda Aceh.


Laporan | Fazliana (Banda Aceh)