Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Al-Farlaky dan Asa Kaum Dhuafa






Pria itu terdiam lama. Matanya menyorot seisi ruangan IGD RSUZA Banda Aceh.

Ia memasang wajah serius. Demikian juga dengan beberapa rombongan lainnya.

Menurut kabar yang diperoleh, pelayanan di RSUZA cenderung menurun di awal 2021. Hal inilah yang membuat dirinya berserta rombongan dari Komisi V DPR Aceh melakukan sidak ke RSUZA, Rabu siang 24 Maret 2021.

Pria tadi adalah Iskandar Usman Al-Farlaky. Ia adalah politisi muda Partai Aceh yang diembankan tanggungjawab sebagai sekretaris Komisi V yang membidangi sosial dan kesehatan di DPR Aceh.

“Bapak sudah lama antri di sini. Apakah dilayani dengan baik atau tidak,” tanya Al-Farlaky.

Warga yang ditanyai spontan menjawab. “Saya lagi nunggu diberikan kamar dan akan menjalani operasi pemasangan pen di kaki pak,” jawab warga tersebut di hadapan rombongan Komisi V dan Plt Direktur RSUZA dr Endang. Dr Endang bersama stafnya ikut menyambut kedatangan tim Komisi V.

Pimpinan dan anggota Komisi V DPRA yang melakukan sidak yakni, Fahlevi Kirani (Ketua), Iskandar Usman Al-Farlaky (Sekretaris), Asib Amin (Wakil ketua), Muslim Syamsuddin, Syamsuri, Sofyan Puteh, Anshari Ansari Muhammad, dr Purnama, dan Nora Indah Nita.

Kedatangan para dewan ini turut membuat pegawai RSUZA ketar ketir. Mereka tak menyangka para wakil rakyat ini melakukan inspeksi mendadak.

“Pelayanan terhadap warga yang berobat di sini harus diutamakan, karena rumah sakit ini menggunakan uang rakyat,” kata Iskandar lagi.

Komisi V DPR Aceh mengunjungi sejumlah ruangan seperti IGD, Unit Transfusi Darah, Instalasi Bedah Sentral dan mengunjungi sejumlah ruangan rawat inap yang rencana akan direnovasi pada tahun 2021.

Ada banyak temuan yang bikin dewan geleng-geleng kepala. Salah satunya petugas BPJS yang tak berada di loketnya saat jam kerja.

“Seharusnya BPJS bekerja secara profesional. Kalau seperti ini yang dirugikan adalah rakyat,” kata Iskandar lagi.

“Kepada BPJS Kesehatan selaku badan penyelenggara jaminan sosial harus benar – benar berupaya untuk memberi pelayanan terbaik untuk rakyat Aceh. Disaat kami sidak, ternyata tidak ada satu orang pun pegawai BPJS yang stanbay di RS untuk melayani pasien,” tambah M Rizal Falevi Kirani lagi.

“Kami akan segera pangil BPJS,” kata Falevi yang juga dewan dari PNA ini.

Kepada management rumah sakit, katanya, juga diminta lebih meningkatkan pelayanan terhadap pasien.

“Ruangan – ruangan harus segera diperbaiki mulai dari IGD, rawat inap srta tata kelola rumah sakit harus lebih bersih dan Rapi. Kita harapkan kami pihak manajemen harus segera berbenah dari pelayanan dan koordinasi dengan RS kab/kota tetang pasien rujukan.”

Kembali ke Iskandar, ini sebenarnya bukan kali pertama ia bertandang ke RSUZA. Setiap akhir pekan, atau Sabtu dan Minggu, ia rutin berkunjung untuk melihat warga yang sedang dirawat di sana. Terutama warga asal Dapil Aceh Timur yang merupakan Dapil Iskandar.

Ada yang sakit parah hingga persoalan lainnya. Iskandar membantu sebisa mungkin.

Ini sudah dilakoninya sejak 5 tahun terakhir, terutama sejak terpilih sebagai anggota DPR Aceh pada 2014 lalu.

“Dari setiap kunjungan ini, saya coba membantu sebisa mungkin. Setiap keluhan, terutama pelayanan yang buruk, harus diperbaiki,” ujar mantan aktivis ini.

“Ini sebagai bentuk pengabdian kita kepada masyarakat. Karena pelayanan dan fasilitas yang ada di RSUZA dibayar dengan menggunakan uang rakyat,” katanya lagi.

Iskandar berharap pelayanan di RSUZA menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Ini karena ada harapan besar dari rakyat Aceh dari RS plat merah itu.

“Jangan sampai hak rakyat untuk memperoleh pelayanan baik terkebiri,” ujar Iskandar di akhir sidak.

Tak hanya persoalan kesehatan, Iskandar juga aktif turun ke tengah-tengah masyarakat yang terkena musibah. Baik banjir atau longsor.

Di Aceh Timur, Iskandar memang dikenal sebagai sosok yang akrab dengan masyarakat serta suka membantu. Ada sejumlah rumah bantuan untuk kaum duafa yang dibantunya melalui program aspirasi.

Ada ratusan rumah yang dibangun sejak 2014 lalu. Sedangkan untuk tahun 2021, setidaknya ada 60 rumah yang akan dibangun.

“Hanya ini yang baru bisa saya lakukan untuk rakyat. Semoga kedepan lebih baik lagi. Doakan saya sehat dalam menjalankan amanah ini,” kata politisi PA ini lagi.