Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ancam Karyawan Toko, Pria di Lhokseumawe Diperiksa Polisi, Dalam Tasnya Ditemukan Barang Ini

SERAMBINEWS.COM/ZAKI MUBARAK

Waka Polres Lhokseumawe, Kompol Raja Gunawan, memperlihatkan ganja kering yang disita dari pengedar di Aceh Utara, Senin (12/4/2021).

Infoacehtimur.com / Aceh Utara - Seorang pria di Lhokseumawe diamankan oleh pihak kepolisian Polres Lhokseumawe setelah membuat keributan dan ancam karyawan toko di Jalan Mahoni Desa Kuta Blang, Kota Lhokseumawe.



Pelaku diketahui seorang pria berinisial MP (29).

Saat diperiksa polisi justru kedapatan membawa ganja dan alat hisap sabu dalam tasnya.

Pria yang sebelumnya mengamuk dan berbuat onar dengan mengambil paksa barang dan mengancam karyawan toko Jalan Mahoni, akhirnya seketika menjadi terdiam membisu, lantaran kepergok anggota Polsek Banda Sakti bersama Tim URC Polres Lhokseumawe.



Hal itu diungkapkan Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melalui Wakapolres Lhokseumawe Kompol Raja Gunawan SH dalam konfrensi pers digelar di Gedung Serba Guna Mapolres Lhokseumawe, Senin (12/4/2021).

Dikatakannya personel Polres Lhokseumawe mengamakan seorang pemuda berinisial MP warga kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe karena membuat keributan dan mengancam warga lainnya pada Kamis (8/4/2021), sekitar pukul 17.00 Wib.



Saat itu, setelah menerima laporan kejadian itu,  personel Unit Reskrim Polsek Banda Sakti bersama Tim URC Polres Lhokseumawe segera menindak lanjutinya dengan sigap meluncur ke lokasi kejadian.

Setiba di TKP, personel langsung mengamankan pemuda tersebut dan bertanya seputaran persoalan apa yang memicu emosinya sampai membuat onar dan keributan.

Seiring itu polisi juga melakukan pemeriksaan dan pengledahan terhadap badan dan tas pelaku.



Namun petugas langsung terperanjat saat menemukan sejumlah paket ganja dan seperangkat alat hisap sabu di dalam tas pelaku.

"Selanjutnya, personel melakukan penggeledahan badan dan tas yang dibawa pemuda tersebut. Hasilnya, personel menemukan barang bukti narkotika jenis ganja yang terbungkus dengan kertas

digenggam di tangannya. Selain itu, juga ditemukan alat penghisap sabu-sabu serta plastik transparan bekas sabu-sabu," ujar Waka Polres Lhokseumawe.



Untuk penyelidikan lebih lanjut, kata Kompol Raja Gunawan, tersangka beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Banda Sakti.

Sementara itu, sambung Wakapolres,  ditempat lain, Polres Lhokseumawe berhasil membekuk tersangka pengedar Narkotika di Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, wilayah hukum Polres Lhokseumawe.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas juga mengamankan 78 bungkus ganja siap edar.

Kronologis penangkapan, berawal adanya informasi yang diperoleh dari masyarakat, bahwa sering terjadi

transaksi narkotika jenis ganja di atas jembatan Irigasi Desa Alen, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara.



"Kemudian personel kita menindak lanjuti laporan ini dengan melakukan penyelidikan memastikan kebenaran informasi tersebut. Selanjutnya, diketahui bahwa tersangka merupakan bandar Narkotika jenis ganja," ujarnya.

Wakapolres menyebutkan pada Rabu (7/3/2021) sekitar pukul 20.00 Wib, personel melakukan pemantauan di lokasi dimaksud.

"Tersangka ditangkap di atas jembatan Irigasi Desa Alen," jelasnya.

Tidak hanya itu, personel jajaran Polres Lhokseumawe berhasil mengamankan 78 bungkus ganja kering yang siap untuk diperjualbelikan.

Selain itu, saat penggeledahan badan petugas juga menemukan satu unit hp Samsung lipat dan uang hasil penjualan ganja dengan total 370 ribu.

"Barang bukti ganja ini ditemukan di sudut jembatan dibungkus dengan plastik kresek, kepada petugas kita, tersangka mengakui bahwa ganja tersebut miliknya yang didapatkan dengan cara membeli dari seseorang yang saat ini masih kita lakukan pencarian," sebutnya.



Dalam keterangannya kepada petugas, tersangka juga mengaku awalnya ganja ini dibeli dalam bentuk bungkus besar seharga Rp 700 ribu.

Kemudian dijadikan paket kecil yang akan dijual kembali dengan harga Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu.

"Tersangka juga mengaku menjalankan pekerjaan ini sejak enam bulan terakhir," paparnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka bersama barang bukti diboyong ke Mapolres Lhokseumawe. Terhadap tersangka akan dikenakan pasal 111 ayat 1 Jo Pasal 114 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(*)




Penulis: Zaki Mubarak
Editor: Jalimin