Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bolehkan Berpuasa Tanpa Sahur? Ini Penjelasan Ulama Aceh Tgk Faisal Ali


INFOACEHTIMUR.COM – Puasa tapi tidak sahur pada malam harinya, apakah puasanya sah?

Pertanyaan demikian menjadi pertanyaan sebagian umat Muslim, terutama bagi mereka yang baru belajar melaksanakan ibadah puasa pada tahun ini.

Pertanyaan puasa tapi tidak sahur dijawab tuntas oleh Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau akrab disapa Lem Faisal.

Penjelasan tersebut dijawab Lem Faisal saat berada di ruang radio Serambi FM, Selasa (13/4/2021).

Sahur Bukan Kewajiban


Menurut keterangan Lem Faisal, sahur bukanlah kewajiban yang dilaksanakan sebagai sah atau tidaknya puasa.

Karena melakukan puasa adalah sunnah dan sah atau tidaknya puasa tergantung pada niat sebelum adzan Shubuh.

"Sahur bukan kewajiban tapi sahur perkara yang disunnahkan sebelum berpuasa esok harinya," kata Lem Faisal.

"Jadi tidak sahur, puasa tetap sah yang penting pada malam hari ada berniat puasa untuk keesokan harinya," kata Lem Faisal.

Baik sahur maupun tidak sahur, puasa seorang Muslim tetap sah, selama sebelum adzan shubuh berlangsung, dirinya berniat untuk puasa keesokan harinya. 

Alasan Harus Berniat

Puasa merupakan suatu kewajiban bagi muslim, bahkan puasa Ramadhan masuk dalam rukun Islam, sehingga jika seseorang tidak berpuasa Ramadhan, harus dipertanyakan keislaman dirinya. 

Tentu, segala sesuatu ibadah yang dikerjakan perlu berniat.

Ada pendapat mengatakan puasa tidak sah jika tidak berniat pada malam hari. 

"Barang siapa yang belum berniat untuk puasa sebelum terbitnya fajar maka tidak ada puasa baginya” (HR. Abu Daud).

Berikut ini penjelasan Tgk H Faisal Ali pada Serambinews.com, mengenai niat berpuasa dan mengapa harus berniat sebelum berpuasa. 

"Ibadah puasa sebagaimana telah kita maklumi diceritakan oleh Allah dalam ayat bahwa puasa ini bukan hanya disyariatkan kepada umat Muhammad SAW tapi juga sudah disyariatkan kepada umat-umat yang terdahulu.

"Ibadah puasa ibadah yang terkait sah atau tidaknya yaitu dengan niat.

"Niat ibadah puasa ini harus kita niatkan pada waktu malam, waktunya sesudah shalat Magrib sampai sebelum adzan Shubuh, niat itu di dalam hati, adapun lafaz yang kita baca :

Nawaitu sauma ghadin an'adai fardi syahri ramadhana hadzihisanati lillahita'ala

Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala."

"Adalah ungkapan sunnah, agar memudahkan kita niatkan di dalam hati kita, besok saya melaksanakan puasa fardhu Ramadhan sengaja karena Allah SWT.

"Jadi niat itu harus kita wujudkan pada malam, selanjutnya ada tiga unsur dalam niat itu, yakni sengaja meniatkan fardu dan menentukan hari Ramadhan.

Demikian penjelasan Tgk H Faisal Ali atau lebih akrab disapa Lem Faisal. (Serambinews.com/Syamsul Azman)


Sumber : Serambinews