Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bursa cryptocurrency Indonesia akan berdiri dan ‘’buka lantai’’.


 

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan (BAPPEBTI) sudah menerbitkan izin bagi cryptocurrency sehingga 226 jenis crypto sudah boleh diperdagangkan di Indonesia. Sebelumnya, Investor Indonesia hanya banyak ‘bermain’ di perdagangan saham namun sekarang mereka sudah berbondong-bondong melirik investasi cryptocurrency.

Hampir 2 tahun sudah, BitCoin bisa ‘ngehits’ dihati investor dan sekarang Doge, Polkadot, Etherium dan sebagainya juga sudah mulai merangkak untuk naik daun. Tajamnya peningkatan perdagangan crypto di Indonesia menepis ‘keanehan’ dari investor terkait tuntutan terhadap adanya bursa crypto. Mengutip Kontan, saat ini Kementerian Perdagangan melalui BAPPEBTI tengah ‘menggenjot’ pendirian bursa crypto dan tak lama lagi bursa tersebut akan ‘buka lantai’.

Menurut Wamendag Jerry Sambuaga, Jaminan bagi pelaku/pengguna, jaminan transaksi, dan kepastian hukum terkait cryptocurrency merupakan buntut dari tujuan pendisian bursa crypto. Bursa yang saat ini sedang digenjot diharapkan mempunyai kapasitas yang mumpuni untuk menjadi wadah yang menampung kepentingan pengguna crypto serta memiliki stakeholder yang mampu ‘menangkap’ perkembangan dunia cryptocurrency tersebut.

Tujuan pendirian bursa adalah menjamin perlindungan bagi pelaku, memberikan kepastian hukum dan jaminan transaksi yang lebih jelas. Untuk itu bursa yang akan berdiri nanti diharapkan punya kepasitas yang bagus untuk mewadahi kepentingan seluruh pengguna dan stakeholder sekaligus menangkap perkembangan dunia crypto sendiri.

“Banyak yang harus dipersiapkan, jadi jelas ingin cepat mengingat perkembangan yang demikian pesat, tapi tentu harus ada persiapan yang matang supaya tujuan pendirian bursa tercapai.” Sebut Wamendag dikutip dari Kontan.

Terkait teknis, Wamendag mengungkapkan bahwa bursa untuk crypto bisa didirikan bursa tersendiri atau memanfaatkan bursa komoditi yang sudah ada yaitu ICDX  dan BBJ.