Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dahlan Apresiasi Gubernur Aceh pada Sidang LKPJ 2020 Karena Sanggup Baca Laporan Setebal 48 Halaman

Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, berjalan bersama Gubernur Aceh Nova Iriansyah memasuki ruang sidang paripurna DPRA, Jumat (16/4/2021)


INFOACEHTIMUR.COM – Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, mengakui memberikan apresiasi kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pada sidang paripurna di DPRA, Jumat (16/4/2021).

Dalam sidang itu Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, membaca sendiri Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Aceh tahun 2020 setebal 48 halaman.

Dahlan kepada Serambinews.com, Minggu (19/4/2021) menjelaskan maksud pemberian apresiasinya kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam sidang itu.

Ia mengatakan, apresiasi diberikan bukan terkait hasil LKPJ 2020, melainkan karena Gubernur Nova sanggup membaca laporan LKPJ 2020 setebal 48 halaman.

"Apresiasi kita karena Gubernur membaca pengantar LKPJ sampai hampir 50 halaman, dalam bulan puasa lagi.


Bukan isinya (kita apresiasi), isinya belum kita lihat, belum kita pelajari isinya," ungkap Dahlan.

Untuk membedah LKPJ 2020, Dahlan mengatakan DPRA akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) pada Senin (19/4/2021).

"Kita punya waktu sebulan untuk pelajari, membedah, dan akan melahirkan rekomendasi nantinya," ungkap dia.

Tanggapi LKPJ Gubernur

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, menanggapi Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Aceh tahun 2020. 

LKPJ itu dibacakan langsung Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam rapat paripurna di Gedung DPRA, Jumat (16/4/2021).

Dari sejumlah laporan pertanggung jawaban yang disampaikan Nova, Dahlan mengatakan tidak ada penyampaian hasil penanganan pandemi Covid-19 pada tahun 2020, baik penanganan kesehatan, penanganan dampak sosial ekonomi, maupun penanganan sosial.

"Ada beberapa catatan yang kemarin tidak nampak dan disinggung sama sekali. Pada tahun 2020, itu kan pandemi Covid-19, kita tidak melihat ada penyampaian terkait penanganan pandemi Covid-19," kata Dahlan.

Padahal, sambung dia, pada tahun itu Pemerintah Aceh mengalokasikan dana refocusing untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 2,3 triliun.

"Sama sekali kemarin tidak tersinggung," tambah politikus muda Partai Aceh ini.

Tak hanya masalah penanganan Covid-19, menurut Dahlan, beberapa kebijakan besar dan stategis yang dilakukan pemerintah seperti proyek multiyears juga tidak disinggung.

"Padahal sebelumnya pemeritnah sangat ngotot dengan itu dan ada beberapa hal yang lain," beber Dahlan.

Melampaui target

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah membacakan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur tahun 2020 dalam Sidang Paripurna DPRA, Jumat (16/4/2021).

Nova menyampaikan, capaian yang diraih Pemerintah Aceh pada tahun 2020 melampaui dari target yang ditetapkan tahun lalu.

Di antaranya adalah target pendapatan yang terealisasi sebesar 103,11 persen, dari Rp 14,005 triliun menjadi Rp 14,441 triliun.

Demikian juga dengan realisasi belanja pembangunan yang relatif tinggi, mencapai 91,52 persen, dimana dari target Rp 15,82 triliun, terealisasi sebesar Rp 13,24 triliun.

Penerimaan zakat dan infaq juga melampaui target, dari Rp 50,24 miliar, terealisasi sebesar 164,26 persen menjadi Rp 82,53 miliar.

Tidak hanya itu, dalam pelaksanaan penyaluran zakat dan infaq tahun lalu, Pemerintah Aceh mendapat penilaian terbaik dari BAZNAS Pusat.

Pemerintah Aceh juga mendapat penghargaan dari BNPB sebagai fasilitator kegiatan pelatihan relawan terbaik dalam penanganan Covid-19.

Semua capaian itu dibacakan oleh Gubernur Aceh dalam laporannya setebal 48 halaman, yang kemudian mendapat apresiasi dari Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, dan disambut aplaus (tepuk tangan) meriah dari seluruh anggota dewan.(*)




Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Mursal Ismail