Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dalam Rapat Banggar, Al-Farlaky Kembali Pertanyakan Ruas Jalan Peureulak - Lokop Tak Kunjung Dibangun.



Infoacehtimur.com / Banda Aceh - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari daerah pemilihan Kabupaten Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, kembali mempertanyakan pembangunan ruas jalan Peureulak-Lokop-batas Gayo Lues yang masuk paket multiyears tahun 2020-2021-2022, yang tak kunjung dibangun, padahal sangat dinantikan oleh masyarakat. 


Pertanyaan itu disampaikan Iskandar Al-Farlaky dalam rapat antara Badan Anggaran DPRA dengan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), Kamis (15/4/2021) siang, di ruang serbaguna DPRA. Iskandar juga mencecar Tim TAPA yang dipimpin Sekda Taqwallah, soal adanya rekomendasi BPKP dan BPK terkait proses lelang jalan dimaksud. 

"Kita perlu sampaikan yang kesekian kalinya. 3 Paket dari 15 paket multiyears belum dikerjakan sama sekali, yakni ruas jalan Peureulak-Lokop-Gayo Lues. Di forum ini mohon dijelaskan, ada apa sebenarnya. Anggaran begitu besar pasti bisa menjawab persoalan akan kebutuhan pembangunan jalan di sana, tapi seperti tidak ada tanda-tanda akan dibangun," kata Iskandar.


Menurut Al-Farlaky, jika ada persoalan di proses tender yang bermasalah, seharusnya Pemerintah Aceh harus tegas, apakah ditender ulang atau bagaimana. "Jangan tergantung begini, tidak jelas kemana muaranya. Sementara jalan disana semakin rusak parah. Warga sulit membawa hasil alam, dan beraktifitas untuk kebutuhan lainnya," tegas Iskandar dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRA Dahlan Djamaluddin itu. 

Padahal, kata Al-Farlaky, sebelumnya sudah ada pemenang lelang proyek jalan yang masuk paket multiyears ini, yaitu untuk segmen 1 oleh PT Perapem Prima Mandiri dengan pagu akhir Rp 183,4 miliar, segmen 2 PT Sumber Sari Cipta Marga asal Jakarta Selatan pagu Rp 172,8 miliar, dan segmen 3 PT Wanita Mandiri Perkasa, asal Jakarta Pusat dengan pagu akhir Rp 204, 2 miliar. "Kita mau tahu kejelasannya seperti apa," ujarnya.


Menjawab pertanyaan politisi muda dari Fraksi Partai Aceh ini, Ketua TAPA Taqwallah mempersilakan Asisten II sekda Aceh Mawardi untuk memberi penjelasan. Mawardi tidak menampik ada rekomendasi BPKP terkait proses lelang. "Ada indikasi di prosesnya bermasalah. Kita sudah kordinasi dengan LKPP. Biar jelas keputusan seperti apa, apakah lanjut atau tender ulang. Kita sedang tunggu hasil dari LKPP, " jelasnya.(AFC)

Sebelumnya, Iskandar Usman Al-Farlaky, juga telah menyurati Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menpertanyakan kelanjutan 3 (tiga) segmen proyek peningkatan jalan Peureulak-Lokop-batas Gayo Lues dengan total pagu anggaran setelah tender Rp 560, 4 miliar yang belum dikerjakan sampai kini. 

Dalam sidang paripurna DPRA, Senin (8/2/2021), Iskandar juga sempat menanyakan hal yang sama kepada Sekda Aceh dr Taqwallah. Namun, sekda mengaku akan menjawab secara tertulis, tapi sampai kini jawaban tertulis belum diterima anggota DPRA daerah pemilihan Aceh Timur itu. (𝗔𝗙𝗖)