Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ditjen Pendis Bina Kemandirian Ekonomi Pesantren Darul Atiq Aceh Timur

Dok: Inmas Aceh





Infoacehtimur.com / Idi Rayeuk - Sebagai lembaga pendidikan tertua bangsa Indonesia pondok pesantren selama ini hanya fokus dengan tafaqquh fid-din (paham agama), dalam metamorfosis dan perkembangannya pondok pesantren mempunyai peran strategis dalam berbagai bidang tidak terkecuali dalam pemberdayaan ekonomi umat. 

Dalam rangka mendukung penyelenggaraan kemandirian ekonomi pesantren Presiden RI Joko Widodo mencanangkan program pemberdayaan ekonomi Ponpes bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Hari ini selasa 26 April 2021 Direktorat Jenderal Pendidikan diniyah dan pondok pesantren , Ditjen Pendis Kemenag RI melalui Pokja PJKP Nurul Huda MA didampingi  Kankemenag Kab. Aceh Timur H.Salman S.Pd M.Ag dan Kasi PD Pontren Faisal S.Ag serta sejumlah Muspika Kecamatan Julok turun langsung ke Pondok Pesantren Darul 'Atiq Gampong Baro; Kecamatan Julok dalam rangka pembinaan kemandirian ekonomi.

Setibanya di tempat acara Ditjen Pendis Kemenag RI bersama Kakankemenag disambut dengan pengalungan kain ridak oleh Pimpinan Ponpes Darul 'Atiq sebagai tanda kehormatan

Dalam arahan dan sambutannya Nurul Huda meyampaikan ada 6000 pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia dan untuk tahun 2021 hanya 8 pondok pesantren se-Indonesia yang digarap kemandirian  perekonomiannya.

Lebih lanjut Nurul mengatakan, Dayah Darul 'Atiq merupakan pilot projek pertama di Aceh yang dipilih secara langsung oleh Pokja Kementerian pesantren.

Pesantren yang menjadi pilot projek tahun 2021 memiliki empat kategori antara lain, pertama belum memiliki unit usaha, kategori kedua punya tapi masih kecil, kategori ketiga unit usaha belum terintegrasi sedangkan kategori ke-4 memiliki unit bisnis yang sudah mapan.

Masih kata Nurul Huda ada tiga potensi kemandirian ekonomi pesantren antara lain  dalam diri santri kedua, peran pondok pesantren sebagai penghubung masyarakat sekitar. 

Potensi ketiga, peran pesantren dalam pengumpulan zakat dan wakaf umat. Selama ini, pesantren menjadi lembaga pendidikan yang dipercaya oleh masyarakat, termasuk dalam pengelolaan zakat dan wakaf.  

"Tiga potensi yang dimiliki ini sangat berpotensi untuk menciptakan kemandirian ekonomi pesantren dan membangun kekuatan ekonomi umat," terang Nurul.

"Bila potensi ini dioptimalkan maka  kemandirian ekonomi tidak hanya menyejahterakan pesantren, tapi masyarakat sekitar," tandas Nurul Huda

Usai melaksanakan Pembinaan Ditjen pendis dan Rombongan langsung melihat –lihat kondisi Ponpes serta berkeliling asrama dan melihat kondisi lahan perkebunan karet yang berada 3 Kilometer dari Ponpes tersebut.

Pewarta : Irfan
Sumber : aceh.kemenag.go.id/Inmas Aceh