Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Duda Perkosa Gadis ABG Kerabat Sendiri, Terancam Hukuman 200 Bulan Penjara

PENYIDIK dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Aceh Utara melimpahkan tersangka kasus rudapaksa ke Kejari Aceh Utara. Kasus pemerkosaan tersebut dilaporkan ayah korban ke Polres Aceh Utara pada 9 Februari 2021.



Infoacehtimur.com / Aceh Utara - Penyidik pada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Aceh Utara melimpahkan tersangka I (45), seorang duda asal Kecamatan Cot Girek ke Kejari Aceh Utara.

Sang duda menjadi tersangka kasus pemerkosaan terhadap gadis yang beranjak remaja sebanyak dua kali pada Januari 2021.

Ironisnya, korban dalam kasus rudapaksa yang dilakukan duda tersebut adalah kerabatnya sendiri.

Berkas kasus pemerkosaan terhadap seorang anak baru gede (ABG) ini sudah dinyatakan memenuhi unsur secara formil maupun materiel.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto, melalui Kasat Reskrim, AKP Fauzi kepada Prohaba, Minggu (25/4/2021), menyebutkan, penyerahan tersangka itu merupakan pelimpahan tahap II (P21).

Artinya, terang Kasat Reskrim, berkas perkara kasus pemerkosaan tersebut sudah lengkap untuk ditindaklanjuti oleh jaksa untuk menjadikan tersangka sebagai terdakwa.

“Berkas perkara dan barang bukti berupa pakaian korban, termasuk hasil visum et repertum korban, sudah kita serahkan ke kejaksaan,” jelas AKP Fauzi.

Diberitakan sebelumnya, pria I diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis umur 16 tahun di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara.

Korban dalam kasus asusila tersebut masih kerabat dekat tersangka pelaku.

Dalam laporannya disebutkan, bahwa kasus rudapaksa itu terjadi dua kali, masing-masang pada 20 dan 22 Januari 2021 dini hari.

Berdasarkan bukti permulaan yang cukup, beber Kasat Reskrim, petugas Polres Aceh Utara melakukan penyelidikan tentang keberadaan terduga pelaku.

Setelah memastikan keberadaannya, polisi pada 6 Maret 2021 berhasil meringkusnya di kawasan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur.

“Sejak kejadian tersebut dilaporkan, pelaku memang menghilang dan berpindah- pindah tempat tinggal, hingga akhirnya berhasil ditangkap di Aceh Timur,” ujar AKP Fauzi.

Atas perbuatannya, penyidik menjerat tersangka pelaku dengan perkara jarimah dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Ia dibidik dengan Pasal 50 juncto Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat yang ancaman hukumannya 200 bulan atau 16,6 tahun kurungan.

Ancaman hukuman ini lebih tinggi 1,6 tahun daripada yang dimuat dalam Undang-Undang Perlindungan anak. (jaf)



Editor: Muliadi Gani
Sumber: Serambi Indonesia