Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Fatwa MUI Perbolehkan Buka Puasa Bersama Sepanjang Ikuti Prokes

Foto/Okezone

INFOACEHTIMUR.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI), berfatwa bahwa kegiatan buka puasa bersama boleh dilakukan sepanjang mengikuti protokol kesehatan.

Hal itu tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah di Bulan Ramadan dan Syawal 1442 Hijriah.



Dalam bab pelaksanaan ibadah puasa, poin pertama fatwa MUI itu menyebut bahwa setiap mukallaf wajib melaksanakan ibadah puasa Ramadan kecuali ada uzur syar’i.

Kedua, orang Islam yang sedang sakit seperti terkena Covid-19 dan dikhawatirkan kesehatannya terganggu jika berpuasa, maka ia boleh tidak berpuasa dan mengqadhanya (menggantinya) di hari yang lain saat sembuh.

Ketiga, orang Islam yang tidak dapat melaksanakan puasa karena sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh atau karena renta sehingga tidak kuat puasa, maka ia terbebas dari kewajiban puasa dan tidak wajib menqadlanya, namun wajib membayar fidyah, yaitu dengan memberi makan orang miskin sebesar 1 mud atau yang setara dengan 6 ons beras untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.



Keempat, ibu hamil dan menyusui boleh tidak berpuasa dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Jika khawatir terhadap kondisi kesehatan dirinya, maka wajib mengqadha.

b Jika khawatir terhadap kondisi kesehatan diri dan bayinya, maka wajib mengqadha.

c. Jika khawatir terhadap kondisi kesehatan bayinya, maka wajib mengqadha dan membayar fidyah.

Kelima, dalam hal orang Islam yang sakit dan tidak berpuasa Ramadan meninggal sebelum ada kesempatan menqadha puasa, maka ia tidak berdosa.



"Keenam, buka bersama di rumah, di masjid, di kantor, atau tempat lain boleh dilakukan dengan tetap menjaga protokol kesehatan," kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, Selasa (13/4/2021).

Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah di Bulan Ramadan dan Syawal 1442 Hijriah ditetapkan pada Senin 12 April 2021.




Sumber : Okezone