Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ini Batu Merah Delima Plus Cupu Dipakai Pelaku Hipnotis di Aceh, Pelaku Asal Sumbar dan Riau

SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Batu merah delima plus cupu kuningan yang dipakai tiga pelaku penipuan menggunakan ilmu hipnotis di Kota Subulussalam. 


INFOACEHTIMUR.COM – Tiga pria asal Provinsi Sumatera Barat dan Riau ditangkap aparat kepolisian di Kota Subulussalam terkait kasus penipuan dengan cara menghipnotis korbannya.

“Aksi hipnotis atau gendam tersebut menggunakan batu merah delima,” kata Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono SIK dalam konferensi pers, Rabu (21/4/2021) di pelataran Mapolsek Simpang Kiri.

Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono yang menggelar konferensi pers bersama Kabag Ops AKP Rahman Manurung serta pejabat lain memperlihatkan bentuk batu merah delima milik pelaku hipnotis.

Tiga batu merah delima tersebut masing-masing hampir seukuran kelereng plus cupu mungil dari kuningan diperlihatkan dalam konferensi pers.

Menurut Kapolres AKBP Qori, batu merah delima ini apabila dimasukan dalam air mineral maka menyala.

Nah, hal ini lah yang membuat para korban jadi terpedaya seakan-akan batu merah delima memiliki kesaktian.

KHALIDIN)

Begitulah kejadian di Kota Subulussalam yang menimpa seorang warga bernama Ndeling Tumangger. Kakek berusia 65 tahun warga Desa Buluh Sema, Kecamatan Suro, Aceh Singkil ini sempat terpedaya.

Kronologis kejadian tersebut berawal ketika korban dibujuk untuk membeli batu merah delima yang diklaim pelaku memiliki kesaktian dan bisa dijual lebih mahal.

Pelaku menawarkan batu tersebut seharga Rp 500 juta kepada korban. Namun saat itu korban hanya memiliki uang sebesar Rp 1.300.000.

Korban menuruti permintaan pelaku dan menyerahkan uangnya sebagai panjar alias DP seraya akan mengambil sisanya dari rumah.

Nah, dalam perjalanan pulang ke rumah, korban tiba-tiba tersadar dari hipnotis atau gendam.

”Mungkin saat perjalanan hipnotis atau gendam terhadap korban sudah hilang sehingga kembali sadar, di situlah korban melapor ke polisi,” terang AKBP Qori.

Pria paruh baya ini melaporkan peristiwa penipuan yang menimpa dirinya ke polisi setelah tersadar.

Mendapat laporan tersebut, aparat kepolisian sektor Simpang Kiri, Resor Subulussalam Subulussalam langsung bergerak ke lokasi.

Ketiganya ditangkap dari kawasan terminal terpadu Subulussalam usai melancarkan aksinya terhadap korban Ndeling.

Tiga pelaku tersebut masing-masing bernama Erik Caniago Bin Alm Samsir Sutan Mudo (53) pekerjaan pedagang.

Pria ini beralamat di Desa Parak, Batuang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat atau Sumbar.

Lalu Asril Bin Alm Amad Fakihkayo, pria berusia 60 tahun pekerjaan pedagang alamat komplek Polri Bunga Tanjung Indah G, Dea Batimpuh Panjang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat. 

Kemudian yang terakhir Jeni Martin Bin Alm Afri usia 46 tahun pekerjaan wiraswasta penduduk Peum Garuda Kuala Payug Sekaki Desa Kuala Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Riau.

Polisi menangkap ketiga pelaku di dua lokasi berbeda. Untuk tersangka Erik Caniago ditangkap di kawasan terminal terpadu Subulussalam.

Sementara Asril dan Jeni Martin ditangkap di Jalan Teuku Umar, Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri.

Di sana polisi langsung bertemu dan mendapat barang bukti. Sempat terjadi kejar-kejaran antara polisi dengan seorang pelaku yang mencoba kabur.

Namun berkat kesigapan polisi berhasil menangkap pelaku setelah terperosok dalam parit hingga wajahnya mengalami luka lebam.

“Jadi satu pelaku sempat berusaha kabur namun dapat ditangkap kembali setelah dia terjatuh di parit,” terang Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono SIK. (*)




Sumber : Serambinews