Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Inilah Sosok Aipda Fajar Indriawan Polisi yang Hujat Kematian Kru Nanggala Saat Keluarga Berduka

Aipda Fajar Indriawan diperiksa Propam Polda DIY akibat ujaran kebencian. (Ist)


Infoacehtimur.com / Jakarta - Oknum Polisi Aipda Fajar Indriawan dari Polsek Kalasan, jajaran Polres Sleman harus mempertanggung jawabkan perbuatannya akibat tangan jahilnya yang diduga memposting ujaran tak pantas di tengah duka KRI Nanggala-402 tenggalam

KRI Nanggala tenggelam menewaskan seluruh krunya yang berjumlah 53 orang. Tentu saat ini keluarga besar TNI AL sedang berduka.

Namun Aipda Fajar Indriawan tega melukai perasaan keluarga besar TNI AL dengan berkomentar yang tidak pantas melalui akun Facebooknya.


Siapa Aipda Fajar Indriawan anggota Polsek Kalasa hingga berani memberikan komentar miring soal KRI Nanggala?


Diketahui Aipda Fajar saat ini menjabat sebagai Banit 1 Unitprovos Polsek Kalasan Polres Sleman Polda DIY.


Biodata Aipda Fajar Indriawan. (Ist)



Dia lahir di Sleman 4 Maret 1980. Pernah menempuh pendidikan di SLTA Sman Pakem. Setelah tamat sekolah menengah atas 1998, setahun kemudian dia diterima masuk Polri dari Brig-ba Polri.

Aipda Fajara kemudian mendapatkan pangkat Bripda tahun 2000 dan langsung ditugaskan di Polda DIY.

Gara-gara ujarannya di media sosial KRI Nanggala 402 tenggelam dan seluruh kru dinyatakan menginggal, dia diperiksa Propam Polda Yogyakarta.


Pemeriksaan ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda DI Yogyakarta Kombes Yuliyanto. Ia menyebut kalau Aipda Fajar telah diperiksa Propam setelah dijemput sejak semalam.


Anggota TNI AL geruduk Polsek Kalasan. (Ist)



"Aggota tersebut sudah diamankan sejak semalam dan sekarang sedang dalam pemeriksaan Propam Polda DIY," kata Kombes Yuliyanto kepada Indozone, Senin (26/4/2021).

Tampak dalam sebuah foto Aipda Fajar Indriawan tengah duduk diperiksa oleh penyidik kepolisian Polda DIY terkait komentar yang dipostingnya dalam akun Facebook.

Pemeriksaan tersebut juga dilakukan guna menghindari gesekan di lapangan antara TNI dan Polri.


Diketahui Polsek Kalasan Sleman sempat didatangi puluhan prajurit TNI yang marah dan menuntut klarifikasi terkait postingan Aipda Fajar itu.


Kedatangan mereka didasari jiwa solidaritas yang saat ini sedang berduka atas peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala 402 di Perairan Bali. 

Ujaran seperti ini dinilai tidak pantas, di saat keluarga sedang berduka. Total seluruh kru berjumlah 53 orang tewas dalam peristiwa nahas tersebut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, oknum polisi Aipda Fajar Indirawan itu memposting ujaran di Facebook dengan nada yang kurang pantas.

Akun Facebook Fajarnnzz yang diduga milik Aipda Fajar berkomentar miring dengan mempertanyakan kenapa kru kapal yang meninggal ditangisi, padahal hidupnya penuh kekurangan dan kesulitan.

"Matioo coook, saya hidup di Indonesia sampe saat ini susah kekurangan kesukaran. Ngopo kru kapal kyoo ngono di tangisi. Urus sendiri urusanmu," tulis Fajar.


Artikel : INDOZONE.ID