Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

JEMBATAN DESA BANDRONG SUDAH BANYAK MAKAN KORBAN DAN TAK KUNJUNG DI PERBAIKI, WARGA INISIATIF REHAP SENDIRI



Infoacehtimur.com / Peureulak Kota - Jembatan yang terletak di Desa Bandrong, kecamatan peureulak kota kini rusak parah, Lihat saja betapa fisiknya yang sudah rusak parah. Padahal, jembatan itu adalah akses menuju lokasi Monumen Islam Asia Tenggara atau MONISA.

Ya, tak jauh dari jembatan itu, terdapat pusara Sulthan Alaiddin Sayed Maulana Abdul Azis Shah. Sulthan Alaiddin Sayed Maulana diyakini sebagai pendiri Kerajaan Peureulak. Kerajaan ini merupakan kerajaan tertua di Asia Tenggara.

Malam Selasa 20/04/2021 Warga desa setempat berinisiatif bergotong royong bersama untuk memperbaiki jembatan yang tak layak pakai ini.


kegiatan ini di mulai Setelah shalat tarawih pukul 22.00 wib hari ini Selasa  tgl 20 April 2021. masyarakat Gampong Bandrong melaksanakan gotong royong memperbaiki jembatan yang  rusak merupakan akses yang menghubungkan ke Cagar Budaya Makam Sulthan Alaidin Sayyid Maulana Abdul Azizsyah Pendiri Kerajaan Islam Pertama Asia Tenggara tersebut.

Menurut Tgk, Abdullah warga setempat mengatakan ide ini muncul bukan tanpa alasan, jembatan ini sudah terlalu memakan banyak korban seperti mobil warga, pendatang dan lainnya yang hampir setiap hari terperosok di jembatan ini, biaya gotong royong ini di kumpulkan dari kantong warga sendiri tak ada bantuan baik dari pemerintah kabupaten, dan kecamatan.

Tgk Abdullah juga meminta kepada pemerintah agar tak luput perhatiannya untuk jembatan ini karena ini hanya perbaikan yang tak seberapa dikarenakan papan yang di ganti bukan lah kayu yang bagus melainkan hanya poko kelapa yang sangat cepat lapuk dan mungkin taka akan bertahan bertahun-tahun, pintanya. (*)