Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Jeritan Pedagang UMKM Gampong Bandrong Peureulak Aceh Timur di Masa Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia

Dalam kondisi seperti ini, virus corona merupakan suatu wabah yang tidak bisa dianggap biasa saja. Jika dilihat dari gejala orang yang terinfeksi, orang yang belum pahan virus ini akan mengiranya hanya sebatas influenza biasa, tetapi bagi analisis kedokteran virus ini cukup berbahaya dan mematikan.

Saat ini di tahun 2020, perkembangan penularan virus ini cukup signifikan karena penyebarannya sudah mendunia dan seluruh negara merasakan dampaknya termasuk Indonesia. Hingga saat ini belum ada terapi tepat untuk mengobati virus ini.

Penyebaran yang sangat cepat di dunia dan khususnya di Negara Indonesia.


Berdasarkan yang dilansir dari reporter Merdeka pada 20 Oktober 2020 menyebutkan bahwa kasus positif covid-19 di Indonesia bertambah 3.602 menjadi 368.842 orang.

Penyebaran covid yang begitu cepat sehingga mengakibatkan Pemerintah  memberlakukan sistem jaga jarak social yang disebut PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Selain itu pemerintah sudah berupaya dengan melakukan vaksinasi covid-19, walaupun sampai saat ini belum semua warga Indonesia yang menerima vaksinasi tersebut.

Pemerintah juga menganjurkan jaga jarak secara fisik dan mengurangi kegiatan berkerumunan, untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di Indonesia. Niat baik pemerintah untuk melakukan PSBB sangat merugikan warga Indonesia khususnya dampak ekonomi yang menurun dan banyak tenaga kerja yang kehilangan pekerjaaan.

Virus Corona yang semakin menyebar di Indonesia, beberapa kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah di Indonesia memberikan dampak pada beberapa sektor di Indonesia, salah satunya yaitu pada sektor ekonomi. Hal ini tidak terlepas dari adanya Covid-19 yang berdampak pada sektor perdagangan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).


Di sisi lain, ekonomi merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan, sebagaimana diketahui bahwa seseorang akan bersinggungan secara langsung dengan kebutuhan ekonomi dalam menjalankan kehidupan.

Sebagaimana yang terjadi di Gampong Bandrong Kota Peureulak dapat dilihat bahwa beberapa masyarakat yang menggeluti usaha kecil atau yang sering disebut UMKM sangat berdampak terhadap pendapatan atau omset yang diperoleh pedagang kecil tersebut. Hal tersebut dapat dilihat pada gambar yang ada di bawah ini.

(Gambar diambil saat penulis hendak mewawancarai pedangan di Gampong Bandrong)

Berdasarkan gambar di atas bahwasanya penulis berada di usaha dagang warga yang berbeda dan berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu pedagang tersebut menyebutkan bahwa: “Pendapatan kami pedagang kios di kampong begini ya sebelum masa covid kadang mencapai 2-3 juta perbulan, tapi kalau sekarang berapalah kami dapat palingan 1 juta juga tidak sampai.” Ujar salah satu pedagang kios.


Pedagang kecil di Gampong Bandrong menjerit akibat pandemi Covid 19 yang melanda masyarakat. Covid-19 merupakan penyakit yang mudah menyebar kapan dan dimanapun melalui kontak fisik maupun non fisik. Penyebaran covid-19 tidak memandang baik itu dari kalangan elit maupun kalangan menengah ke bawah. Salah satu tempat penyebaran covid-19 adalah pasar, karena pasar merupakan tempat berkumpulnya banyak orang dan terjadi transaksi jual-beli yang melibatkan kontak fisik didalamnya.

Pemerintah sudah melakukan (Pembatasan Sosial Berskala Besar) atau PSBB dimana ada pembatasan kegiatan di tempat-tempat yang menyebabkan kerumunan seperti pasar, tempat ibadah, dan kegiatan-kegiatan yang mengundang banyak orang.

Dampak yang paling dirasakan oleh para pedagang-pedagang kecil di desa-desa misalnya seperti yang penulis temui di Gampong Bandrong di daerah Peureulak Aceh Timur yaitu mengalami penurunan pendapatan akibat PSBB. Hal ini juga diakui oleh Bapak Amri salah satu pedagang kecil di Gampong Bandrong yang menjelaskan bahwa pedagang kecil di sini merasa kebingungan untuk menjual barang dagangannya karena sulitnya mendapatkan pembeli dimasa pandemi, sehingga pendapatan mereka turun drastis.”

Hal tersebut di atas membuat penulis dan rekan yang lainnya merasa khawatir akan dampak perekonomian masyarakat di Gampong tersebut akibat pendemi ini dan hanya bisa berdoa semoga pandemi ini segera berakhir sehingga dapat membangkitkan peningkatan pendapatan para pedagang kecil di seluruh daerah Aceh.


Dengan hal tersebut penulis juga sangat berharap agar pihak pemerintah yang berkenan untuk melakukan perbaikan sistem untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha kecilnya dan senantiasa memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar masyarakat yang membuka usaha agar tetap menjalani usahanya hingga pandemi ini akan segera berakhir sehingga kita semua akan terus menjalani usaha kita dengan lancar sebagaimana sebelum munculnya pandemi ini.

Penulis: Hikmatul Fitri, mahasiswa IAIN Langsa Program Studi Manajemen Keuangan Syariah