Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Jodoh dalam Islam, Sudah Ditetapkan atau Harus Diusahakan?


INFOACEHTIMUR.COM – Selama bulan Ramadan 2021, CNNIndonesia.com menghadirkan tanya jawab seputar Islam (Tajil). Kali ini, tanya jawab seputar Islam membahas tentang jodoh.
Tanya

Apakah jodoh sudah ditetapkan atau harus diusahakan?


Jawab

Narasumber: Menteri Agama Indonesia 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ada pertanyaan apakah jodoh sudah ditetapkan atau harus kita upayakan?

Melansir CNN Indonesia, untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami terkait dengan takdir yang menimpa diri manusia.

Dulu, ada perdebatan dan perdebatan ini berlangsung sampai saat ini terkait dengan ketentuan dan ketetapan Allah terhadap diri manusia, yaitu paham Jabariyah dan paham Qadariyah.

Kaum Jabariyah adalah kaum fatalis yang mengatakan bahwa manusia itu ibarat anak wayang di tangan para dalang. Apapun yang menimpa manusia itu sepenuhnya kehendak Allah SWT.

Sementara kaum Qadariyah mengatakan sebaliknya, bahwa manusia berkuasa atas dirinya sendiri. Tuhan sama sekali tidak ikut campur untuk terlibat dan mengintervensi apa yang ingin dilakukan oleh manusia.

Perbedaan ini berlangsung begitu lama kemudian ditengahi oleh kaum Ahlusunnah wal Jamaah, melalui asy'ariyah dan maturidiyah yang mengatakan bahwa terkait dengan ketentuan dan ketetapan Allah SWT terbagi ke dalam dua istilah, yaitu Qada dan Qadar.

Qada adalah ketentuan dan ketetapan Allah SWT yang jumlahnya begitu banyak, tidak terhingga tapi belum terjadi.

Jadi, kita besok itu akan seperti apa, itu Qada-nya sudah ada. Bisa A, B, C, dan seterusnya.

Sementara Qadar ketentuan dan ketetapan Allah SWT yang sudah terjadi. Jadi di antara sekian banyak opsi itu yang mana yang akan terjadi, itu yang menjadi takdir kita.

Ketentuan dan ketetapan Allah SWT itu ada yang bersifat Mubram atau paten, tidak bisa diubah sama sekali. Seperti siapa orang tua kita, etnis kita, jenis kelamin kita, itu tidak bisa diubah sama sekali.

Sementara, ada juga yang sifatnya Muallaq atau kondisional, yang karena ikhtiar kita, upaya kita maupun doa-doa kita itu bisa berubah. Misal kesehatan kita, kita menjadi sehat atau sakit.

Maka, terkait pertanyaan jodoh. Kaum Ahlusunnah wal Jamaah meyakini bahwa, manusia itu sudah memiliki opsi yang tak terhingga. Bisa berjodoh dengan A, B, C, D dan seterusnya.

Bahkan boleh jadi ada Qada yang dia tidak akan sama sekali memiliki jodohnya sampai akhir hayatnya. Kita tidak tahu Qada ini ketentuan Tuhan yang sama sekali tidak kita ketahui.

Yang kita ketahui ketika Qada menjadi Qadar sudah terjadi, maka itulah takdir yang ada pada diri kita.

Maka, bagi kita manusia karena tidak tahu Qada-nya, maka agar takdir kita baik, kita harus berikhtiar.

Ikhtiar itu dengan upaya, usaha, dan termasuk doa dalam hal jodoh.

Wassalamualaikum. Wr. Wb.