Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kapal Selam KRI Nanggala Tenggelam dan Janji Syahid dalam Hadis Nabi

Kapal Selam KRI Nanggala-402. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO


INFOACEHTIMUR.COM – Kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak pada Rabu (21/4) telah dipastikan tenggelam atau subsunk pada Sabtu (24/4) sore oleh KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.

Kapal tersebut juga diketahui mengalami keretakan saat latihan peluncuran torpedo di perairan Bali. Hal tersebut berdasarkan temuan bukti autentik berupa tumpahan minyak dan sejumlah serpihan kapal milik salah satu kapal selam andalan TNI AL tersebut.

Sampai kabar terbaru ini disampaikan, Yudo tak menjelaskan bagaimana nasib 53 awak kapal yang tenggelam bersama KRI Nanggala ini. Bila melihat waktu normal cadangan oksigen, yakni 72 jam, waktu itu sudah terlewati pada Sabtu sekitar pukul 03.00 WIB.

Yudo sempat menyebut ada harapan lain. Diduga Nanggala tak mengalami blackout karena sempat mengirimkan sinyal. Bila kapal tak dalam kondisi black out, cadangan oksigen bisa sampai 5 hari.

Sampai saat ini memang tak ada yang tahu bagaimana kondisi terkini kapal selam yang diduga sudah berada di kedalaman 850 meter. Karena itu, Yudo tetap menyiapkan tim evakuasi medis bila mungkin ada yang masih bisa selamat.

Tentu semua keluarga terdekat awak, keluarga besar TNI, dan seluruh bangsa Indonesia berharap besar ada mukjizat yang menaungi 53 awak kapal sehingga bisa ditemukan dalam kondisi selamat.

Namun, kalaupun yang terjadi sebaliknya, keluarga bisa sedikit bernapas lega. Dalam Islam, ada kondisi kematian yang sangat didambakan umat muslim: mati syahid.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah bersabda, salah satu yang masuk dalam golongan orang yang mati syahid, ialah orang yang meninggal karena tenggelam

Hadis Riwayat Muslim 1915 berbunyi sebagai berikut:

مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ

“Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” (HR. Muslim 1915).

Wallahu a'lam bisshowaf. Hanya Allah yang tahu. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa untuk keselamatan seluruh awak KRI Nanggala.

Sementara itu, doa-doa terus mengalir dari berbagai pihak untuk para awak kapal, supaya mereka dapat segera ditemukan dalam kondisi sebaik-baiknya.

"Segenap kekuatan TNI dan semua pihak terkait terus melakukan pencarian dengan mengerahkan segala kemampuan. Semoga kapten [komandan kapal] dan semua awak dapat ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Ketum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir.





Source : KumparanNEWS