Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kapan Niat Puasa Dimulai? Magrib, Tarawih atau Sebelum Imsakiyah? Simak Penjelasannya

Masjid Agung Darus Shalihin Idi Rayeuk, Aceh Timur.


INFOACEHTIMUR.COM – Kapankah sebenarnya niat puasa bisa mulai dipanjatkan?

Apakah harus selesai menunaikan shalat tarawih?

Simak penjelasan Buya Yahya dalam artikel berikut ini.

Melansir melalui Serambinews.com mengenai persoalan niat puasa, ini sudah pernah dibahas secara tuntas oleh Dai Kondang Buya Yahya. Termasuk soal kapan niat puasa sudah mulai bisa dipanjatkan.

Berikut adalah penjelasannya yang dikutip dari unggahan video YouTube Al-Bahjah Tv berjudul Niat Puasa Ramadhan - Buya Yahya.

Kapan niat puasa mulai dipanjatkan?

Niat adalah satu dari dua rukun puasa yang harus disertakan dalam menunaikan ibadah ini. Bahkan sebagian ulama mengatakan, jika tidak diniatkan, maka puasa yang dikerjakan menjadi tidak sah.

Lalu, mulai kapan niat itu dipanjatkan?

Sebagaimana dijelaskan Buya Yahya, apabila sudah masuk waktu Ramadhan, niat puasa bisa dipanjatkan sejak magrib.

"Niat berpuasa itu mulainya adalah, kalau kita sudah masuk bulan Ramadhan, misalnya Ramadhan itu adalah besok, maka magrib nanti kita sudah boleh berniat," ujar Buya Yahya.

Kemudian pada hari esoknya, setelah berbuka puasa kita boleh langsung berniat kembali untuk puasa di hari selanjutnya. Dengan demikian, memanjatkan niat puasa tidak perlu menunggu selesai shalat tarawih.

Karena dalam perhitungan hari Arab, pergantian hari dimulai sejak terbenamnya matahari.

"Sebab dalam hari Arab itu, terbenamnya matahari itulah bergantinya hari. Bukan di jam 00.00," kata Buya Yahya.

"Jadi, terbenam matahari itu berganti hari. Jadi disitulah saatnya kita boleh niat (puasa Ramadhan) untuk esok hari," tegasnya sekali lagi.

Untuk penjelasan lengkap dari Buya Yahya soal niat puasa dapat disimak dalam video berikut.

Apakah niat puasa harus di malam hari?

Dikutip dalam unggahan video yang sama, Buya Yahya juga menyampaikan bahwa niat puasa harus dilakukan atau dipanjatkan pada malam hari. Jika tidak, maka puasa yang dikerjakan esoknya menjadi tidak sah.

"Yang harus diketahui tentang niat (puasa), itu harus di malam hari. kalau Anda lupa niat di malam hari, maka puasa Anda tidak sah," kata Buya Yahya.

"Misalnya, Anda malamnya itu lupa, tidak niat. Anda tau-taunya sampai pagi belum niat. Maka Anda tidak sah dalam berpuasa," sambungnya.

Maka dari itu, lanjut Buya Yahya, wajib bagi umat Muslim memanjatkan niat puasa pada malam hari. Mengenai rentang waktu berniat juga disampaikan oleh Dai dengan nama lengkap Zainul Ma'arif Jamzuri ini.

Dikatakan Buya Yahya, waktu niat itu dimulai dari terbenamnya matahari sampai terbitnya fajar sadhiq, yaitu masuknya waktu subuh.

"Niat harus diinapkan di malam hari, sepanjang terbentang antara waktu magrib dan waktu subuh,"

"Sebelum subuh, setelah magrib itulah waktu untuk niat," kata Buya Yahya.

Namun untuk mengantisipasi agar tidak kelupaan niat puasa di malam hari, Buya Yahya mengatakan kita bisa mengikuti mazhab Imam Maliki.

Yakni saat berniat puasa untuk satu hari esok di awal Ramadhan, sebaiknya juga panjatkan niat puasa untuk satu bulan penuh. Sehingga, jika suatu hari kelupaan niat di malam hari, maka puasa esoknya tetap dianggap sah.

"Tapi dengan catatan, jika Anda ingat maka hendaknya tetap niat satu malem satu malem. Cuma untuk Antisipasi saja, barangkali kita terlupa, lalu kita tidak niat, maka puasa kita tetap sah karena kita ngikuti madzhab imam Malik Rahimallahu Ta'ala," imbuhnya.

Niat diucapkan atau cukup dalam hati?

Soal ini juga dibahas oleh Buya Yahya dalam kesempatan yang sama, yang diunggah dalam video berjudul Niat Puasa Ramadhan oleh Al-Bahjah TV.

Niat, kata Buya Yahya, cukup dilakukan di dalam hati.

Tapi jika umat Muslim mau mengucapkan atau melafadzkannya juga dibolehkan guna membantu dalam berniat puasa.

"Para ulama imam Syafi'i mengatakan itu (niat diucapkan) sunnah. Jadi niat intinya di dalam hati," ujar Buya Yahya.

Lebih lanjut Buya Yahya memaparkan, bagaimana yang dimaksud dengan niat di dalam hati atau jika ingin dilafazdkan.

"Karena niat di dalam hati artinya Anda bermaksud untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Kalau harus Anda ucapkan, maka Ucapan itu berbunyi, 'Aku niat puasa Ramadhan esok hari'. Itu saja," terangnya.

Niat seperti itu, lanjutnya sudah dikatakan sah.

Sementara jika ingin memanjatkan niat yang panjang dan lengkap seperti yang biasa dilakukan juga boleh.

"Kalaupun Anda berniat yang panjang, dengan lidah Anda (diucapkan), dibarengi dengan lintasan di dalam hati Anda, maka sah," paparnya.

Adapun niat yang dimaksud oleh Buya Yahya ialah:

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadzihis-sanati lillahi ta'aalaa. Niat seperti itu, katanya, merupakan niat yang panjang dan sempurna jika dilafadzkan.

Namun yang terpenting adalah lintasan dalam batin untuk niat berpuasa esok hari.




Sumber Artikel : Serambinews