Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

KESIAPAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING



Supervisor :  Dr. Junaidi, M. Pd. I
Penulis : Hayatun Nufus (2012017060), Mahasiswi Jurusan Hukum Ekonomi Syariah
Institut Agama Islam  Negeri (IAIN) Langsa, 2021.

Seiring berjalannya waktu, akhir tahun 2019 berasal dari Wuhan China muncul virus bernama corona atau Covid-19 yang akhirnya menyebar ke seluruh dunia tanpa terkendali yang merepotkan seluruh negara baik itu negara maju maupun negara berkembang, termasuk Indonesia yang pada akhirnya Covid 19 ini ditetapkan sebagai wabah pandemi oleh World Health Organization (WHO) pada 12 Maret 2020.


Covid-19 adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus ini berbeda dengan virus sebelumnya yang juga berasal dari negara China seperti flu burung atau flu babi yang penularannya melibatkan hewan.


Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak besar pada berbagai bidang. Salah satu bidang yang berdampak akibat Covid 19 di Indonesia adalah bidang pendidikan Tak sedikit sekolah yang akhirnya menutup rutinitas akademiknya demi memutus mata rantai penularan Covid-19 yang sampai dengan saat ini sudah menjangkit puluhan juta orang di seluruh dunia.

Selanjutnya pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah telah melarang dalam berbagai bidang pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.


Bukan tanpa alasan, menutup sekolah tidak serta merta menghentikan proses belajar, menutup sekolah sementara tidak berarti mendeskriditkan pendidikan, menghentikan aktivitas belajar dan  bukan berarti tidak peduli dengan masa depan bangsa, tapi ini semua demi kebaikan bersama agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan kehidupan dan sekolah pun bisa kembali normal karena aktivitas belajar merupakan suatu hal yang penting.

Beberapa pemerintah daerah memutuskan menerapkan kebijakan untuk meliburkan siswa dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) atau melalui system online termasuk di kota Langsa.


Kebijakan pemerintah ini mulai efektif diberlakukan di beberapa wilayah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

Sistem pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet.

Hal ini sesuai dengan himbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijaksanaan Pendidikan dalam masa Darurat  Penyebaran Corona Virus Disease ( COVID-19 )

Kesiapan lembaga pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran daring menjadi masalah tersendiri, hal ini karena pembelajaran daring di masa pandemi dilaksanakan secara tiba-tiba, entah lembaga pendidikan itu siap atau tidak.


Ketersediaan perangkat teknologi yang dimiliki oleh lembaga pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran, kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan menggunakan teknologi, kemampuan peserta didik menggunakan teknologi, keterbatasan perangkat teknologi yang dimiliki peserta didik, akses internet yang belum stabil di tempat tinggal, maupun kendala biaya karena metode pembelajaran dilakukan secara daring tentunya akan berpengaruh pada kualitas pembelajaran daring.


Adanya pandemi COVID-19 yang mengharuskan lembaga pendidikan meninggalkan pembelajaran konvensional secara tatap muka dan mengganti dengan metode pembelajaran daring secara penuh, maka terbuka ruang untuk meneliti apakah metode pembelajaran daring yang dilaksanakan justru lebih efektif bila dibandingkan dengan metode pembelajaran tatap muka.

Kesipan guru dalam pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 di TK GAMPONG SUNGAI PAUH KOTA LANGSA, adalah dengan keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemi ini adalah kemampuan guru dalam berinovasi merancang, dan meramu materi, metode pembelajaran, dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode pembelajaran serta aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode.


Kreatifitas merupakan kunci sukses dari seorang guru untuk dapat memotivasi siswanya tetap semangat dalam belajar secara daring (online) dan tidak menjadi beban psikis.
Disamping itu, kesuksesan pembelajaran daring selama masa COVID-19 ini tergantung pada kedisiplinan semua pihak.

Oleh karena itu, pihak sekolah atau madrasah perlu membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur sistem pembelajaran daring. Hal ini dilakukan  dengan membuat jadwal yang sistimatis, terstruktur dan simpel untuk memudahkan komunikasi orangtua dengan madrasah agar putra putrinya yang belajar di rumah dapat terpantau secara efektif.

Meskipun peserta didik lebih banyak menyukai pembelajaran secara tatap muka, namun mereka menerima kenyataan pembelajaran daring sebagai konsekuensi pemberlakuan work from home dari pemerintah.


Hal tersebut membuat mereka semakin sering dan semakin lama menggunakan  handphone  untuk daring dan untuk mengerjakan tugas pelajaran. Hal itu juga yang membuat mereka mengalami keluhan fisik terbanyak seperti mata kelelahan dan sakit kepala. Begitu pula dengan keluhan psikologis bahwa ingin semuanya segera berakhir.

Pendidik PAUD dituntut mampu merancang dan mendesain pembelajaran online yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan.

Walaupun dengan pembelajaran online akan memberikan kesempatan lebih luas dalam mengeksplorasi materi yang akan diajarkan, namun pendidik PAUD harus mampu memilih dan membatasi sejauh mana cakupan materinya dan aplikasi yang cocok pada materi dan metode belajar yang digunakan.

Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik.


Pengajar adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran.

Dengan kondisi pandemi COVID-19 yang belum jelas kapan akan berakhir membuat dunia pendidikan di Indonesia harus bersiap untuk secara permanen memberlakukan pembelajaran daring dalam proses pembelajaran.

Namun kesiapan baik dari sisi sarana prasarana maupun kemampuan sumber daya manusia dalam pembelajaran daring masih menjadi masalah di sebagian besar lembaga pendidikan

 
HARAPAN GURU DAN SISWA  :  
Semoga pandemi ini cepat berlalu seiring dengan new normal yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Sehingga proses pembelajaran bisa terlaksana seperti semula dengan kehadiran guru dan siswa yang saling berinteraksi secara langsung.