Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

KONDISI JEMBATAN MENUJU MAKAM SULTAN ALAIDIN SAYED MAULANA ABDUL AZIS SYAH DI KAMPUNG BANDRONG, KEC. PEUREULAK KAB. ACEH TIMUR

KONDISI JEMBATAN MENUJU MAKAM SULTAN ALAIDIN SAYED MAULANA ABDUL AZIS SYAH  DI KAMPUNG BANDRONG, KEC. PEUREULAK KAB. ACEH TIMUR, 
PENULIS
Nama : Liza Mastura                                                                                                              
Nim : 1052017087
Fakultas : FTIK
Prodi : PGMI
MAHASISWA UNIVERSITAS IAIN LANGSA

 

1. Pendahuluan.
Gampong Bandrong kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur kondisi jembatan menuju makam sultan alaidin sayed maulana abdul azis syah,  dari foto diatas jelas sudah terlihat bahwa  jembatan mengalami rusak parah. Makam sultan alaidin sayed maulana abdul azis adalah makam bersejarah di Peureulak karena memiliki sebuah kerajaan islam yang diperintah oleh Sultan dari beberapa dinasti.  Dan dinasti yang pertama memerintah kerajaan islam Peureulak adalah Dinasti Sayed Maulana Abdul Azis Syah 840-918 M.

Sekarang  lokasi bersejarah ini kurang diperkenalkan dengan dunia luar, sehingga sangat kurang pengunjungnya, padahal dikukuhkannya Peureulak sebagai tempat masuknya islam pertama di Indonesia dan Asia Tenggara bahkan menjadi kerajaan tertua di Asia Tenggara.  Dan sangat disayangkan jembatan menuju lokasi makam bersejarah tersebut sangat memprihatinkan.

2. Dampak
Nah, dari rusaknya jembatan menuju makam bersejarah tersebut membuat para peziarah kesusahan dalam proses perjalanan menuju makam bersejarah tersebut, dan pastinya sangat berakibat fatal karena dengan rusaknya jembatan membuat para penziarah malas untuk berziarah dikarenakan kondisi jembata yang tidak kondusif.

3. Solusi
Dan sekarang ini kepala desa, sekeretaris desa dan tuha 4 serta masyarakat setempat berencana membangun jembatan yang layak dan sesuai dengan hal keadaan sejarah islam pertama di Asia Tenggara, dan masyarakat setempat juga menggalang donasi untuk pembangunan jembatan tersebut. Maka masyarakat setempat berharap kepada semua pihak, baik dia Aceh maupun diluar Aceh untuk ikut serta dalam membantu dana agar pembangunan jembatan cepat selesai.

4. Kesimpulan
Jadi, kita sebagai penerus mereka, semua berhak turun tangan demi kelancaran pembangunan jembatan tersebut khususnya di Aceh Timur dan umumnya di Provinsi Aceh, mari kita semua bahu-membahu dalam membangun  Aceh dengan cara dakwah social, dan terima kasih kepada semua yang ikut menyumbang baik tenaga, pikiran, dan dana, dan insya Allah semua berjalan dengan lancar, Amin.