Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

LKPK Tagih Tanggungjawab Tole Soal Janji Medco ke Korban Gas Beracun



Pegiat Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L- KPK) Provinsi Aceh, Zakaria, mempertanyakan tanggungjawab tim mediasi yang saat itu dipimpin seorang pengusaha, H.Sulaiman alias Tole (Toke Leman, terkait beberapa point perjanjian yang dibuat pihak PT.Medco kepada ratusan masyarakat korban gas beracun yang merupakan pencemaran lingkungan akibat kelalaian PT.Medco E&P Malaka beberapa waktu lalu.

" Kita mempertanyakan tanggungjawab Tole soal ini, sudah sejauh mana janji PT.Medco itu direalisasikan ke masyarakat, kan Tole yang digembar -gemborkan jadi tukang mediasinya waktu itu, jadi mereka harus tanggungjawab," kata Pemuda Asli Banda Alam yang akrab disapa Aria itu, Selasa 27 April 2021.

Aria mengaku sangat heran pada proses pemenuhan janji PT. Medco itu yang ia duga mulai tidak jelas dan tidak transparan, alias dilanjutkan dengan cara yang diduga sembunyi - sembunyi tersebut.

" Setelah masyarakat disuruh pulang dari pengungsian, koq enggak ada beritanya lagi, publik kan ingin tahu kelanjutannya bagaimana, ini koq diduga terkesan diam - diam tim mediasi dan pihak perusahaan buat pertemuan, bahkan di warung kopi, ada apa itu, lagian mereka sebenarnya bukan pihak yang punya kapasitas bicara ke perusahaan,karena masih ada pemerintah Aceh Timur sebagai wujud negara dalam hal ini, ketus Aria sembari mengungkap adanya informasi soal pertemuan antara dua pihak tersebut tadi malam di sebuah kafe di kota Idi.

Aria mengaku pihaknya terus mengawasi gerak - gerik para pihak tersebut dan mendesak agar semua point' perjanjian yang telah disepakati itu dipenuhi secara ideal dan transparan berdasarkan keadilan.

" Itu  menyangkut hak dan keselamatan masyarakat baik yang telah terjadi maupun bahaya di masa depan, jadi jangan main - main, Tole mesti bertanggungjawab atas pemenuhan janji tersebut, sesuai dengan apa yang di mediakan beberapa waktu lalu,ada bang Yahya DPRK juga itu, harusnya mereka jangan jadi tim mediasi jika tidak mampu menyelesaikannya dengan baik, apalagi kalau tidak punya kapasitas, andai nantinya terjadi apa -apa yang berbahaya lagi ke masyarakat siapa mau tanggungjawab, Tole?" tutup Aria.