Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Menteri Kesehatan Klaim PPKM Mikro Turunkan Laju Penularan Covid-19

© Disediakan oleh Kompas.com Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/2/2021). Rapat kerja tersebut membahas usulan penambahan anggaran Kementerian Kesehatan dengan total sebesar Rp134,46 triliun untuk penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

 

Infoacehtimur.com / Jakarta ­- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro sudah dapat menekan laju penularan Covid-19 di Indonesia. Program vaksinasi Covid-19 pun ikut mendukung perlambatan laju kasus konfirmasi positif baru.

" Alhamdulillah Kita sekarang PPKM mikro dan vaksinasi Covid-19 sudah bisa menurunkan laju penularan kasus positif, juga menurunkan keterisian rumah sakit," ujar Budi dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama di Istana Negara, pada Senin (19/4/2021).

Budi Gunadi juga meminta semua pihak terus mendukung perkembangan yang baik tersebut. Utamanya dalam menjaga protokol kesehatan berupa memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M).

"Serta patuhi aturan PPKM mikro yang menurut kami sudah baik jalannya," tegas Budi. "Jika semua itu bisa tetap dijalankan, Insya Allah saat Ramadhan dan Idul Fitri, kita (Indonesia) tidak perlu mengalami kondisi (pandemi) seperti di India," lanjutnya.

Budi mengungkapkan, belajar dari kondisi pandemi di India, saat ini terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang sangat tinggi. Padahal sebelumnya, pelaksanaan vaksinasi di India sudah terbilang sukses.

Selain itu kasus Covid-19 di negara itu sempat menurun drastis. "Penyebabnya ada dua. Pertama, mutasi baru (virus Corona). Yang ini sudah masuk juga di Indonesia, walaupun kita masih sangat sedikit indisennya," ungkap Budi.

"Kedua yang paling penting adalah,karena mereka vaksinasinya sudah tinggi, jumlah konfirmasi kasus menurun. Mereka lupa, mereka kurang waspada, " tambahnya.

Sementara itu sebelumnya, pemerintah kembali menyatakan memperpanjang pemberlakuan PPKM berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April 2021.

"Berdasarkan hasil evaluasi, melanjutkan perpanjangan PPKM mikro yaitu yang tahap keenam tanggal 20 April sampai dengan 3 Mei 2021," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto, seusai rapat kabinet terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/4/2021).

Pemerintah juga memperluas cakupan wilayah. Terdapat lima provinsi baru yang akan menerapkan PPKM mikro jilid 6 ini, yakni Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, dan Kalimantan Barat.

Dengan demikian, total akan ada 25 provinsi yang menerapkan kebijakan PPKM berskala mikro. Adapun 20 provinsi lainnya yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah.

Kemudian Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Aceh, Sumatera Selatan, Riau dan Papua.Pemerintah berharap kebijakan ini ini dapat makin menekan laju penularan Covid-19.

Airlangga juga mengklaim, selama PPKM mikro diterapkan, pandemi Covid-19 di Tanah Air sudah menunjukkan perbaikan, yakni dengan penurunan kasus.

"Perkembangan parameter penanganan Covid dan penerapan PPKM mikro tahap kelima antara tanggal 6-19 April itu terus mengalami perbaikan," ujarnya. Menurut Airlangga, kasus aktif Covid-19 di Indonesia per 18 April sebesar 6,6 persen, menurun dibanding Februari lalu yang mencapai 16 persen.

Sementara, kasus positif atau positivity rate saat ini berada di angka 11,2 persen, menurun dibandingkan kasus positif pada Februari lalu yang mencapai 29,42 persen. Bed occupancy rate atau tingkat keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit rata-rata berada di angka 34-35 persen, tidak lebih dari 60 persen.

"PPKM dan PPKM mikro yang diterapkan sejak Januari dan Februari telah mulai berhasil mengendalikan laju penyebaran Covid di mana rata-rata kasus aktif terus menurun. Di Januari 15,43 persen, di Februari 13,57 (persen), Maret 9,52, (persen), dan April 7,23 (persen)," kata Airlangga.