Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Suasana pertemuan antara Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro dengan mantan narapidana terorisme, Tengku Tar, Rabu (7/4/2021).


INFOACEHTIMUR.COM – Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro mengunjungi seorang eks narapidana kasus terorisme di Dusun Keude, Desa Blang Cruem, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Rabu (7/4/2021) lalu.

Mantan narapidana teroris tersebut adalah Mukhtar alias Tengku Tar Bin Ibrahim. Baskoro menyambangi Tengku Tar di ladang pertanian milik Mukhtar untuk berdiskusi tentang program pertanian yang sedang dilakoni mantan anggota FPI tersebut.

“Kita salut kepada saudara kita ini yang begitu ulet dalam menjalankan usaha pertaniannya dalam beberapa bulan terakhir," kata Kolonel Inf Sumirating Baskoro, kepada awak media, Jumat (9/4/2021).

Selain itu, ia juga akan berupaya membantu beberapa perlatan pertanian kepada Tengku Tar, agar lahan seluas 8.000 meter persegi tersebut bisa ditanami berbagai jenis tanaman semusim.

Mukhtar alias Tengku Tar Bin Ibrahim (36) merupakan eks narapidana kasus terorisme warga Dusun Keude, Desa Blang Cruem, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Setelah bebas dari penjara, Tengku Tar menggeluti usaha sebagai petani, serta sedang merintis usaha perkebunan menanam jenis tanaman pohon pepaya australia, semangka dan tanaman porang.

Saat ini tanaman pepaya milik Tengku Tar sudah mencapai 900 pohon, dan sudah memberi penghasilan setiap dua kali dalam seminggu.

Mukhtar Ibrahim alias Tengku Tar juga merupakan eks anggota FPI. Ia pernah terlibat dalam serangkaian teror pada 2009, seperti penembakan ketua PMI Jerman, pelemparan granat asap di kantor United Nations Children’s Fund (Unicef) Aceh pada 2009, dan penembakan rumah dua dosen di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Ia pernah dikenal sebagai Tengku Mukhtar alias Faruqy asal Aceh Utara, panglima tandhim Al Qaeda Wilayah Pasee, serta eks panglima laskar FPI Aceh. 

Tengku Tar juga pernah bergabung bersama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Pasee, kemudian ditangkap pada 16 Maret 2010 di Lhokseumawe.



Sumber : Kompas