Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pemerintah Kembangkan Promosi Wisata Gaya 'Storynomics Tourism'. Content Creator Bisa 'Ambil Bagian'.


Kunjungan wisatawan asing ke Indonesia terus mengalami penurunan, bahkan hingga 89%. Awal tahun 2020 tercata ada 1,29 juta wisatawan yang singgah ke Indinesia namun di awal 2021, wisatawan yang memilih indinesia sebagai destinasi hanya 141 ribu wisatawan.

Pemeruntah melakukan berbagai upaya agar sektor parekraf Tanah Air bisa kembali pulih dan tumbuh.

Storynomics tourism merupakan salah satu strategi baru yang tengah digalakkan oleh perintah untuk menyelesaikan masalah penurunan geliat wisata di Indonesia.

Perlu diketahui, storynomics tourism merupakan model penyelenggaraan wisata dengan 'cara' destinasi wisata dikemas dalam bentuk cerita atau konten tentang budaya atau sejarah dari suatu destinasi.

Hampir seluruh destinasi wisata di Indonesia memiliki nilai historis/sejarah, geologis, hingga geografis yang khas dan tentunya berbeda.

Selain pembaruan metode promosi wisata bagi wisatawan luar negeri, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga akan mengoptimalkan pelatihan kepada guider dan memadukan guider dengan influencer melalui kerjasama promosi.

Pemerintah, melalui Kemenparekraf juga berencana untuk memyediakan sign/barcode yang berisi informasi lengkap terkait adat, tradisi, kuliner, dan budaya di destinasi wisata tersebut sehingga unsur cerita (sejarah hingga perkembangan objek) destinasi wisata dapat diakses secara dinamis.

Storynomics yang diakses secara dinamis dan mudah itu diharapkan dapat tersebar secara luas dan cepat serta harus berkesan menarik supaya dapat mempengaruhi calon wisatawan lain untuk 'ikut-ikutan' mengunjungi Indonesia.

Program storynomics tourism akan diterapkan pada objek wisata prioritar dan akan dikembangkan untum 244 objek 'desa wisata' yang juga telah menjadi prioritas Kemenparekraf pada 2020-2024.