Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Rusdy Mahasiswa IAIN Langsa: Pengembangan Kue Tradisional Khas Aceh di Desa Aceh Timur


Penulis : Rusdy Iskandar | Mahasiswi Institut Agama Islam (IAIN) Langsa Pendidikan Fakultas Bahasa Arab dan Tarbiyah, Ilmu Keguruan Peserta KPM IAIN Langsa 2021

Jika kita berbicara tentang Aceh maka tidak terlepas dari hasil alam yang melimpah, objek wisata yang indah, panorama pantai yang luar biasa, makanan khas Aceh yang berjuta rasa dan kue khas Aceh yang beraneka ragam. Di masing-masing daerah memiliki kue khas tersendiri dengan rasa yang berbeda-beda lain halnya dengan kue yang ada di daerah Aceh yaitu kue tradisional yang terkenal hingga ke luar daerah di antaranya meusekat, dodol Aceh, wajeb, bhoy, dan lain sebagainya.



Meusekat merupakan kue jajanan lokal asal Aceh sejenis dodol rasanya manis dengan tekstur yang lembut warnanya putih gading agak kekuningan, biasanya Kue ini muncul di beberapa Acara adat yang sangat spesial. Kue Meuseukat ini melambangkan bagaimana masyarakat Aceh menghargai dan menghormati tamunya. Selain rasanya yang manis bentuknya juga cantik, dengan hiasan ukiran bunga-bunga di atasnya. Untuk bahan-bahan pembuatan meusekat pun tidak terlalu banyak seperti gula, tepung terigu, air putih, santan,tepung mezena dan mentega, sedangkan dodol adalah  kue khas Aceh yang bertekstur lembut dan rasanya manis warnanya coklat agak kehitaman. Dodol biasanya juga diperuntukkan untuk menyambut tamu yang istimewa. Kita pun hanya bisa menemui dodol ini pada acara – acara tertentu saja.



Dodol Aceh ini juga bisa didapati pada perayaan hari raya besar seperti idul fitri dan idul adha. Tujuannya tidak lain adalah untuk menyambut keluarga yang bersilaturrahmi. Dodol di aceh juga tersedia beberapa macam dodol, dodol rasa Durian, kelapa, nanas dan banyak varian rasa lainnya, Adapun cara pembuatan nya adalah kelapa yang dimasak sampai 4 jam sehingga didapatkan patinya atau pun mengeras dan lengket. selama memasak dodol tersebut diharuskan terus diaduk agar santannya merata dan juga ditaruh bahan lain seperti sari buah ataupun tepung beras ketan.




Biasanya kue ini wajib hadir pada setiap acara adat seperti perkawinan, kue ini dibuat untuk kue hantaran pada acara tunangan yang dibawa oleh keluarga mempelai wanita (dara baro) kepada mempelai pria (linto baro) sebagai balasan seserahan.

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi kepada kalian semua bahwa di kampung kami yaitu didesa Alue Buloh Sa, kecamatan Simpang Ulim, kabupaten Aceh Timur, ada terdapat umkm pembuatan Kue tradisional khas Aceh. Salah satu nya yaitu Abdul Wahab, Pria yang akrab disapa Wahab itu mengakui telah 10 tahun lebih menjadi pembuatan kue, Wahab belajar membuat kue dari ibunya Alm salbiah yang dikenal sebagai pembuat kue tradisional khas Aceh di kawasan Simpang Ulim. Ibunya meninggal beberapa tahun yang lalu lalu Wahab meneruskan usahanya dan terus menekuni keahlian pembuatan kue tradisional tersebut membuatnya selalu banjir pesanan hingga ke luar daerah. 



Pemilik UMKM kue tradisional Aceh tepatnya di desa alue buloh sa itu Abdul Wahab menyatakan bahwa penjualan selama ini yang ia geluti Alhamdulillah sangat membantu perekonomian keluarganya di masa pandemi covid 19 saat ini. Dikatakan Wahab, Kue-kue hasil buatannya dipasarkan kawasan Langsa, Kuala Simpang, Bireuen dan Banda Aceh Bahkan, harganya dalam satu bungkus ada yang dari 5 ribu sampai 20 ribu, Kalau ada yang pesan untuk pengantin, khusus untuk acara tunangan ataupun acara pesta perkawinan, juga kami sediakan, Untuk harga nya variasi tergantung ukuran dan model bunga diatasnya. Harga nya berkisar 150 ribu sampai dengan 300 ribu tiap satuan.

Abdul Wahab membuka usaha itu juga bertujuan membangkitkan perekonomian keluarga dan saudara tetangga sekitar, dan memberi contoh kepada generasi muda untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri maupun orang lain tanpa harus membuang-buang waktu dengan hal yang tidak bermanfaat. Kami berharap dengan generasi muda, khususnya anak-anak muda kampung Alue Buloh Sa agar terus dapat berinovasi untuk jenis-jenis kuliner atau kue lainnya, sehingga dapat merubah perkonomian masyarakat Gampong Alue Buloh Sa dapat meningkat menjadi lebih baik.



Kue ini juga sering dijadikan sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke rumah oleh wisata yang berkunjung ke Aceh, Belum lengkap rasanya apabila berkunjung, berwisata ke Aceh belum mencicipi kue khas kue khas dari Aceh

Nah bagi kalian yang berkunjung ke Aceh jangan lupa beli dan mencicipi kue tradisional khas dari Aceh ya guys