Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

''Sita-Sitaan'' Aset Negara Dari Keluarga Cendana.

Pada 2018, dua aset Yayasan Supersemar yakni Gedung Granadi dan vila Megamendung terjerat kasus penyelewengan uang negara. Yayasan Supersemar itu sendiri didirikan oleh Soeharto.

Serupa dengan Gedung Granadi dan vila Megamendung, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang dikelola oleh Yayasan harapan Kita juga bermasalah dengan "setoran" negara, yakni setoran dari pengelola TMII ke kas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Serupa jua dengan Yayasan Supersemar, Yayasan Harapan Kita yang mengelola TMII itu juga didirikan oleh Soeharto.

(foto Gedung Granadi)

Selama ini, TMII dikelola oleh Yayasan Harapan Kita. Yayasan tersebut ditunjuk hanya sebagai pengelola, dengan catatan aset tersebut tetap milik negara.

Kini aset tersebut telah diambil alih oleh negara maka secara otomatis aset tersebut menjadi Barang Milik Negara (BMN) dan pengelolaannya kembali kepada pemerintah.

Sebagai informasi, selama TMII dikelola Yayasan Harapan Kita tidak pernah setor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Selama ini yang dibayarkan hanya berupa pajak, ungkap Direktur Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Keuangan, Encep Sudarwan, dilansir dari CNBC.

Alasan TMII tak pernah bayar PNBP dikarenakan dalam Keputusan Presiden Tahun 1977 tentang pengelolaan TMII terkait PNBP itu belum diatur.

“maklum mungkin saat itu yang Keppres 51 Tahun 77 itu di sana belum mengatur mengenai bagaimana PNBP-nya. Jadi sekarang kita harus jelas kalau Barang Milik Negara digunakan, pengusaha itu harus ada kontribusi bagi hasilnya.

Dengan beralihnya kelola, diharapkan aset milik negara itu ke depannya dapat berkontribusi menghasilkan uang untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Gedung Granadi dan aset di Megamendung, sepanjang itu BMN dikelola DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara),” tuturnya.