Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

STRATEGI MENINGKATKAN PENDAPATAN PEDAGANG KERUPUK TEMPE DI MASA COVID-19 DI DESA PUCOK ALUE SA KECAMATAN SIMPANG ULIM KABUPATEN ACEH TIMUR

(Ratna Sari merupakan mahasiswi program studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah IAIN Langsa).

Infoacehtimur.com / Simpang Ulim - Presiden Jokowi mengakui bahwa ekonomi Indonesia dalam kondisi lesu dan berdampak buruk karena penyebaran wabah corona atau covid-19. Penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19 memberikan dampak ke segala sektor.

Tak terkecuali, dampak tersebut mempengaruhi para pekerja informal yang mengalami penurunan pendapatan, penurunan pada konsumsi rumah tangga yang berdampak pada sektor keuangan.



Pendapatan masyarakat yang menurun drastis tidak berpengaruh banyak terhadap permintaan barang dan jasa yang dihasilkan. UMKM malah bisa bergerak dan menyerap tenaga kerja meski jumlahnya terbatas dan dalam situasi Covid-19.

Pelaku usaha UMKM umumnya memanfaatkan sumberdaya lokal, baik sumberdaya manusia, modal, bahan baku, hingga peralatan.

Di saat pandemi seperti ini banyak orang yang mempertahankan kehidupannya dengan berbagai macam cara, contoh nya seperi kak TI asal gampong pucok alue sa, simpang ulim yang membuka usaha kecil-kecilannya dengan memproduksi kerupuk tempe dan memiliki beberapa orang pekerja.



Dimana kak Ti dan para pekerjanya harus dapat bertahan di tengah gonjang ganjingnya keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini demi mencukupi kehidupan sehari-hari.

Saya selaku Mahasiswa IAIN Langsa yang saat ini sedang melakukan kegiatan KPM 2021 mengunjungi kak TI dan para pekerjanya di tempat produksi tempe tersebut.

Disana kak Ti memceritakan bahwa saat Covid-19 ini, dagangan kerupuk tempenya drastis menurun sehingga dia tidak dapat membayar beberapa pekerjanya.

Krupuk tempe, menjadi salah satu makanan yang banyak digemari masyarakat khususnya di wilayah kecamatan Simpang Ulim, karena harganya murah dan dapat dijadikan camilan maupun lauk pendamping nasi.



Industri rumahan krupuk tempe banyak terdapat di Kabupaten Aceh timur, terutama di Kecamatan Simpang Ulim. Berdasarkan data dan pengamatan di lapangan, skala industrinya masih ada pada industri rumah tangga yang menggunakan tenaga kerja keluarga ataupun tetangga sekitar.

Industri krupuk tempe dapat menjadi penopang kehidupan dan sumber pendapatan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari pada masa covid-19, karena Industri rumah tangga krupuk tempe dapat menjadi industri andalan di Kecamatan simpang ulim.

Salah satu hal stategi dalam meningkatkan pendapatan pedagang krupuk pada masa covid-19 ini yang diperlukan adalah pemasaran produk. Pemasaran produk yang baik memerlukan strategi pemasaran yang tepat agar industri rumah tangga krupuk tempe dapat berkembang.



Keadaan industri rumah tangga krupuk tempe di desa pucok alue Sa, cukup menjanjikan, karena dapat menambah penghasilan keluarga dan mencukupi kebutuhan, menampung banyak tenaga kerja yang melimpah di desa pucok alue sa, sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran.

Banyaknya industri krupuk tempe di desa pucok alue sa menjadikan iklim industri kondusif untuk lebih dapat memajukan usaha karena antar pengusaha saling membantu dan tidak ada persaingan.



Masyarakat desa pucok alue sa, khususnya pengusaha krupuk tempe terus berusaha menjalankan industri dengan harapan usaha ini dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari dalam tahap kondisi ekomomi yang tidak stabil dikarenakan pandemi covid-19.

Saat ini industri krupuk tempe di desa pucok alue sa, telah berjalan lancar walaupun tidak memiliki manajemen yang baik dan dasar pendidikan yang tinggi. Kelancaran industri ini bukan tidak ada masalah.

Pemasaran krupuk tempe hanya berada di sekitar Kecamatan simpang ulim, sehingga kurang dapat bersaing dengan kerupuk krupuk daerah lain yang sudah tersebar di berbagai daerah. Ketiadaan merk dan kemasan yang kurang baik juga menjadikan krupuk tempe kurang dapat dinikmati masyarakat di luar daerah, krupuk tempe ini khususnya banyak di minati yang saat musim liburan, terutama libur Idul Fitri memiliki kebiasaan membawa krupuk tempe sebagai oleh-oleh.



Oleh-oleh sebaiknya memiliki kemasan dan merk yang baik pula, sehingga dapat sebagai alat promosi dan semakin banyak orang yang mengetahui dan menyukai krupuk tempe.
Kegiatan usaha krupuk tempe Kedelai yang digunakan untuk pembuatan krupuk tempe adalah kedelai lokal.

Pengusaha memakai kedelai lokal karena menjadikan kuantitas krupuk tempe lebih banyak serta sangat cocok dengan karakteristik krupuk tempe yang lebar namun tipis. Modal awal industri rumah tangga krupuk tempe tidak menjadi masalah karena para pengusaha sudah lama mengusahakan, terbukti dengan modal awal para pengusaha krupuk tempe yang kebanyakan berasal dari modal sendiri.



Harga yang ditetapkan pengusaha krupuk tempe harga yang ditawarkan hanya mengikuti harga pasar, tidak dapat menetapkan harga sendiri. Biaya operasional yang cukup tinggi menjadikan sedikit masalah sehingga kebanyakan pengusaha mendapatkan hasil penjualan produk mereka hanya untuk produksi selanjutnya.

Tenaga kerja yang bekerja pada usaha kerupuk tempe adalah tenaga kerja dalam. Banyak pengusaha kerupuk tempe yang ingin mempekerjakan tenaga kerja luar, namun hanya sedikit yang mampu karena masalah modal. Para pengusaha memilih menjalankan industri dengan tenaga kerja dalam yang tidak memerlukan biaya tambahan.

Terdapat beberapa tenaga kerja yang membantu pengusaha kerupuk tempe dalam produksi yang tercatat, namun dalam pelaksanaannya tenaga kerja luar ini hanya terkadang membantu, tidak setiap hari dan jam kerja sedikit. Tenaga kerja luar berasal dari tetangga sekitar.



Produksi krupuk tempe industri rumah tangga di di Desa Pucok Alue Sa hanya memakai peralatan sederhana. Peralatan sederhana memberi manfaat kualitas kerupuk tempe yang tetap terjaga.

Pengusaha tidak dapat memperbanyak jumlah produksi karena keterbatasan modal untuk membeli bahan baku kerupuk tempe.

Kontinuitas produksi merupakan kekuatan dari usaha ini yang didukung dengan bahan baku yang selalu ada karena selain menanam sendiri, para pengusaha mudah mendapatkan di pasar.

Bahan baku pokok kedelai yang dipakai pengusaha untuk membuat kerupuk tempe adalah kedelai lokal hasil menanam sendiri yang tidak pernah mengalami kekurangan pasokan.



Keunggulan kedua kedelai tersebut adalah harga yang terjangkau, mudah didapat, dan sangat cocok untuk membuat tempe yang akan dijadikan kerupuk tempe sehingga pengusaha tidak merisaukan ketersediaan bahan baku dan tetap dapat menjaga kontinuitas produksi kerupuk tempe
Dalam memasarkan produk krupuk tempe ini lebih dari satu cara memasarkan produknya.

Pengusaha dan pedagang memiliki kemampuan yang terbatas mengenai informasi pasar, promosi, dan kemampuan untuk melakukan penjualan keluar daerah sehingga pengusaha menjual kerupuk tempe melalui pengumpul atau dijual sendiri di pasar tradisional yang dekat dengan rumah. Pengusaha banyak yang menitipkan produknya pada pemasar, namun banyak pula pemasar yang mengambil sendiri kerupuk tempe di tempat produksi.



Peran pemasar sangat membantu dalam pemasaran karena dapat memperluas cakupan pemasaran yang kadang sampai keluar daerah. Pemasar juga mendapat keuntungan dalam menjual kerupuk tempe karena banyak konsumen baik dari dalam maupun diluar kecamatan dan kabupaten yang meminati dan membeli kerupuk tempe.