Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ustaz Abdul Somad Dibully Habis-habisan, Karena Ajak Warga Donasi Beli Pengganti KRI Nanggala 402

Youtube Ustadz Abdul Somad Official
Ustadz Abdul Somad 

INFOACEHTIMUR.COM – Dai Sejuta Views, Ustadz Abdul Somad atau UAS, menyita perhatian pekan ini.

Setelah heboh rencana pernikahannya dengan gadis turunan Arab berusia 19 tahun bernama Fatimah Az Zahra, kini UAS kembali heboh karena ajakan sumbangan untuk donasi membeli kapal selam pengganti KRI Nanggala 402 yang tenggelam. 

KRI Nanggala 402 kapal selam buatan Jerman itu tenggelam terbelah 3 di Perairan Bali, sebanyak 53 krunya dinyatakan tewas sebagai patriot. Ajakan UAS kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk membantu Pemerintah membeli kapal selam baru.


Adapun langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk mengganti kapal selam Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali.


“Open Donasi Patungan Rakyat Indonesia untuk Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402 Bersama Masjid Jogokariyan Jogja,” tulis Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS dalam akun Instagramnya.



RAKYAT BERSATU*
*JAGA KEDAULATAN LAUT KITA*

Open Donasi
Patungan Rakyat Indonesia
Untuk Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402 Bersama Masjid Jogokariyan Jogja

Di antara tujuan Negara Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Lautan kita yang membentang luas melebihi daratannya, dari Samudera Indonesia di barat Aceh hingga perairan Papua merupakan bagian dari wilayah negeri kita yang harus dijaga dan dilindungi, beserta kekayaan tak ternilai yang ada di dalamnya.

Tugas berat yang selama ini diemban oleh TNI Angkatan Laut menghadapi berbagai tantangan dari kurangnya personel dan armada, luasnya wilayah yang harus dijaga, besarnya kekayaan yang mengundang berbagai kepentingan asing, hingga penyusupan-penyusupan yang terus terjadi.

Lautan kita yang luas, yang pernah dijaga dengan gagah oleh Laksamana Nala, Pati Unus, Malahayati, Baabullah, dan Nuku; yang pernah diharumkan oleh kegigihan RE Martadinata hingga pengorbanan Yos Sudarso, kini menjadi amanat di pundak kita semua, agar dapat kita wariskan kepada anak cucu kita kelak.

Setelah KRI Nanggala 402 beserta seluruh awaknya yang gugur syahid menjalani 'Eternal Patrol', mari kita seluruh rakyat Indonesia, bahu-membahu mengulurkan tangan dan sumbangsih membangun kekuatan armada laut kita agar kembali berjaya. Kami dari Masjid Jogokariyan, mengajak seluruh putra-putri Indonesia yang berjiwa patriot dan cinta negeri ini, beramal bersama dalam Open Donasi Patungan Penggalangan Dana Pembelian Kapal Selam Pengganti Nanggala 402.

No Rekening Khusus Pengadaan Kapal Selam
*BSM/BSI no.rek 7202002298 atas nama Masjid Jogokariyan*
*Konfirmasi via WhatsApp ke: 081311351136.

Demikian unggahan UAS di akun Instagramnya disadur tribun-timur.com Selasa (27/4/2021).

Lantas, berapa sebenarnya harga kapal selam yang baru?

Rupanya, harga 1 unit kapal selam baru sejenis KRI Nanggala 402 ditaksir mencapai USD 400 juta per unit atau setara Rp 5,8 triliun.


Namun, sebagai informasi, Indonesia sendiri melalui PT PAL Indonesia (Persero) telah mampu memproduksi kapal selam jenis Chang Bogo Class.

Kapal selam yang dikembangkan bersama Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co., Ltd (DSME) Korea Selatan itu telah diproduksi sebanyak 3 unit untuk armada TNI AL.

Akan tetapi untuk saat ini, praktis TNI AL hanya memiliki 4 unit kapal selam aktif setelah musibah KRI Nanggala 402.

Nah, sekarang terkait ajakan UAS untuk patungan membeli kapal selam baru rupanya ditanggapi netizen dengan beragam opini.

Tak hanya menuai komentar positif, ternyata juga cukup banyak netizen yang justru mempersoalkan ajakan UAS.

Ada netizen yang melakukan perundungan (bully) dengan mengaitkan ajakan donasi dengan rencana pernikahan UAS setelah lebaran.

Namun ada juga netizen yang menyatakan dukungannya dan niat untuk donasi.

Kapal-kapal Selam RI

Selain KRI Nanggala-402, berikut empat kapal selam lain yang dimiliki Indonesia, apa saja?

1. Kapal Selam Cakra-401

Dilansir dari Kompas.id, KRI Cakra-401 merupakan kapal selam yang telah dioperasikan sejak 40 tahun lalu. KRI Cakra-401 ini adalah buatan Jerman, pengganti dari KRI Tjakra yang didatangkan pada 12 September 1959 dari Uni Soviet (Rusia).

Tak main-main, KRI Cakra ini pernah menunjukkan kemampuan serangnya saat menghancurkan KRI Karang Galang dalam latihan gabungan TNI di perairan Indonesia Timur pada 2008 silam.

Namun pada awal 2020, KRI Cakra tampak berada di galangan PT PAL Indonesia dan sedang menjalani perawatan.

Hal itu terlihat dari foto yang menjadi latar dari rapat terbatas yang digelar Presiden Joko Widodo di galangan kapal PT PAL di Surabaya, Jawa Timur pada Januari 2020.

Dalam kapal selam buatan Howaldtwerke-Deutsche Werft (HDW) di Kiel, Jerman ini, terbagi atas beberapa ruang.

Adapun ruang-ruang tersebut antara lain, ruang mesin, ruang baterai, pusat informasi dan tempur, ruang istirahat, serta ruang torpedo berisi 8 tabung torpedo dan 6 torpedo cadangan. KRI Cakra memiliki panjang sekitar 60 meter dan lebar 6 meter.

Kapal selam ini juga memiliki kemampuan untuk menyelam hingga kedalaman 300 meter.

2. Kapal Selam Nagapasa-403

Dilansir dari Antara, KRI Nagapasa-403 adalah kapal selam buatan Korea Selatan yang tiba di Indonesia tepatnya di Dermaga Ujung Koarmatim Surabaya, pada 28 Agustus 2017.

Pembuatan KRI Nagapasa-403 merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan lewat perusahaan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Co Ltd.

Kerja sama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Co Ltd berupa alih teknologi sehingga Indonesia bisa memproduksi sendiri kapal selam lewat PT PAL.

Adapun skema kerja samanya ialah Indonesia memesan dua kapal selam yamg diproduksi Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Co Ltd.

Sedangkan sisa satu kapal selam diproduksi oleh PT PAL. Kapal selam Nagapasa-403 ini memiliki panjang 61,3 meter, lebar 7,6 meter, dan dapat melaju dengan kecepatan 21 knot di bawah air.

Kapal selam ini dipersenjatai torpedo dengan fasilitas delapan buah tabung peluncur.

Selain itu, Nagapasa-403 juga dilengkapi sistem persenjataan terkini dengan peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 mm dan peluru kendali anti kapal permukaan.

Penamaan Nagapasa diambil dari anak panah Indrajit yang dahsyat, diyakini akan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, melindungi kehormatan serta keselamatan bangsa dan menegakkan hukum di perairan Indonesia.

3. Kapal Selam Ardadeli-404

KRI Ardadedali-404 ialah kapal selam hasil kerja sama pemerintah RI dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Co Ltd. Kapal Selam Ardadedali-404 diserahterimakan setelah Kapal Selam Nagapasa-403.

Dilansir dari Antara, pemberian nama Ardadedali diambil dari salah satu nama senjata panah yang dimiliki oleh tokoh cerita mahabarata Arjuna.

Dalam cerita, Ardadedali berbentuk ujung anak panah pusaka seperti burung dan memiliki jiwa.

Anak panah Ardadedali dapat melumpuhkan musuhnya di dalam pertempuran besar.

Kapal selam Ardadedal-404 memiliki peluncur torpedo yang mampu meluncurkan torpedo 533 milimeter.

KRI Ardadedali juga memiliki peluru kendali antikapal permukaan yang merupakan modernisasi armada kapal selam TNI AL.

Kapal tersebut memiliki panjang 61,3 meter dan diameter 6,2 meter.

Kapal Selam Ardadedali-404 mampu menampung 40 kru kapal.

Selain itu, kapal selam ini juga memiliki kecepatan mencapai 21 knot di bawah air dan 12 knot di permukaan.

KRI Ardadedali-404 mampu berlayar lebih dari 50 hari untuk menunjang fungsi operasi. Kapal selam ini memiliki empat mesin diesel MTU 12V493 yang mendukung jarak jelajah mencapai 18.520 kilometer.

4. Kapal Selam Alugoro-405

KRI Alugoro-405 merupakan kapal selam ke-5 milik Indonesia buatan anak bangsa, yaitu PT PAL Indonesia (Persero).

Dilansir dari Kompas.com, 17 Maret 2021, Alugoro diproduksi PT PAL dengan skema transfer teknologi dengan perusahaan Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co Ltd (DSME).

Adapun kerja sama pembuatan Alugoro antara Indonesia-Korea Selatan tercetus sejak 26 Desember 2014 dan lunas per 30 Mei 2016.(*) Source/Tribunnews





Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selain KRI Nanggala-402, Berikut 4 Kapal Selam Kepunyaan Indonesia",