Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Warga Kota Lhokseumawe Abaikan Imbauan MPU Aceh, Tetap Gelar Buka Puasa Bersama

Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali 


INFOACEHTIMUR.COM – Warga Kota Lhokseumawe tetap melaksanakan buka puasa bersama di sejumlah kafe, warung kopi, restoran, dan di tempat keramaian.

Padahal, kegiatan buka puasa bersama di tengah pandemi Covid-19 khususnya di Aceh diminta oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh agar tidak dilaksanakan. Hal itu sesuai dengan Taushiyah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramadhan dan Kegiatan Keagamaan Lainnya Tahun 1442 Hijriah.

Permintaan supaya tidak digelarnya buka puasa bersama demi menghindari terjadinya kerumunan massa untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Corona (Covid-19). Hanya saja, kegiatan itu masih menjadi polemik di kalangan masyarakat.

Ada yang ingin tetap melakukan buka puasa bersama di lokasi keramaian seperti kafe. Tapi, ada juga yang tidak ingin buka puasa bersama teman atau keluarga, karena masih mempertimbangkan pandemi Covid-19 atau membuat kerumunan yang mudah tersebarnya virus Corona.

Amatan Serambi Jumat (16/4/2021) sekitar pukul 18.20 WIB, sejumlah lokasi kafe dan resto yang ada dalam Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe banyak terlihat warga yang berkumpul menunggu waktu untuk berbuka. Mereka ingin buka puasa bersama dengan keluaraga atau kerabat.

Kecuali itu, pemandangan serupa juga terlihat di beberapa titik seperti di kawasan Lancang Garam, Jalan Darussalam, dan Jalan Merdeka Barat. Di mana kawasan itu banyak terdapatt sejumlah kafe dan resto. Kumpulan massa itu dianggap melanggar protokol kesehatan, dan tidak mematuhi imbauan MPU Aceh.

Seorang warga Lhokseumawe, Fajar (25) secara terbuka mengungkapkan, ia lebih memilih acara buka puasa bersama di rumah masing-masing. Menurutnya, itu lebih aman dibandingkan berkumpul di tempat keramaian. Kecuali itu, ia bersama keluarga juga ingin mentaati dan mematuhi dari Taushiyah MPU Aceh.

Ia mengaku, masih takut untuk buka puasa bersama di tengah pandemi Covid-19. Fajar takut dan khawatir tak bisa menerapkan protokol kesehatan (protkes) jika ikut kegiatan buka puasa bersama di luar rumah.

“Saya masih takut untuk buka bersama di tengah kerumunan. Apalagi kalau udah ketemu teman, kita suka lupa jaga jarak,” tambah Fajar saat ditanyai Serambi, Sabtu (17/4/2021).

Sementara itu, warga Kota Lhokseumawe lainnya, Muhammad (29) justru ingin melakukan kegiatan buka puasa bersama. Ia tak ingin melewatkan momen buka puasa bersama meski masih di tengah pandemi Covid-19.

“Saya datang aja buat hormatin yang ngundang, tapi tetap masker. Saya mau tahu juga gimana sih buka puasa bersama di masa pandemi Covid-19,” tambah Ilyas.

Sebelumnya, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menerbitkan Taushiyah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramadhan dan Kegiatan Keagamaan Lainnya Tahun 1442 Hijriah. Taushiyah itu diterbitkan pada 25 Maret 2021 dan ditandatangani Wakil Ketua I, Tgk H Faisal Ali, Wakil Ketua II, Dr Tgk H Muhibbuththbary MAg, dan Wakil Ketua III, Tgk H Hasbi Albayuni.

Salinan taushiyah tersebut diperoleh Serambi dari Wakil Ketua I MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali pada Sabtu (10/4/2021). Dalam Taushiyah itu, MPU mengeluarkan delapan putusan dengan pertimbangan utama karena kondisi pandemi wabah penyakit Covid-19 belum berakhir penyebarannya.

Salah satu putusan yang termaktub dalam taushiyah tersebut meminta masyarakat Aceh untuk tidak melaksanakan kegiatan keramaian dalam rangka mencegah penularan virus Corona. Seperti duduk kumpul-kumpul bersama di jalan, buka puasa bersama, sahur bersama, safari subuh, dan lainnya.




Artikel ini telah tayang di Serambinews dengan judul Warga Abaikan Imbauan MPU Aceh, Tetap Gelar Buka Puasa Bersama