Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

BERITA POPULER - Kisah Cinta Pemuda Khasmir, Gadis Dirudupaksa hingga Kombatan GAM terbaring Sakit

Kolase foto Serambinews.com
Ada 10 berita populer dalam satu minggu terakhir dan pada posisi pertama mengenai Kisah Cinta Pemuda Kashmir India dan Perempuan Calon Dokter Asal Aceh, Bermula dari Inggris hingga Surat Antigen tak Berlaku. 


Infoacehtimur.com / Banda Aceh - Pembaca setia Serambinews.com, berikut ini kami rangkumkan untuk Anda, berita populer khusus berita KANAL NANGGROE dalam seminggu terakhir.

Terhitung mulai tanggal 3 sampai dengan 09 Mei 2021.

Ada 10 berita populer dalam satu minggu terakhir dan pada posisi pertama mengenai Kisah Cinta Pemuda Kashmir India dan Perempuan Calon Dokter Asal Aceh, Bermula dari Inggris hingga Surat Antigen tak Berlaku.

Selain itu, ada beberapa berita lainnya yang cukup menyita perhatian.

Berikut rangkuman berita populer dari tanggal 3 sampai dengan 09 Mei 2021.

1. Kisah Cinta Pemuda Kashmir India dan Perempuan Calon Dokter Asal Aceh, Bermula dari Inggris

Kisah cinta aktivis dakwah berawal perkenalan di komunitas dakwah internasional di Inggris hingga menjadi pasangan suami istri dan memiliki usaha di Banda Aceh.

Adalah Aqib Farooq Mir, pemuda Kashmir India, melabuhkan hati menikahi perempuan berasal dari Lhokseumawe.

Saat ini pasangan suami istri selain memiliki usaha nasi biryani India, mereka juga aktif dalam dunia pendidikan.

Aqib Farooq Mir memutuskan menikahi Rafikah Ahmad, pernikahan tersebut berlangsung pada 04 April 2016.

Bagaimana awal mula perjalanan cinta dua insan beda negara ini? Selengkapnya, Klik di sini.

2. Sisir Lokasi Gadis Dirudapaksa, Polisi Temukan Bercah darah, Celana Dalam hingga Bungkusan Obat Kuat

Personel Polres Aceh Utara kini sedang menyelidiki kasus rudapaksa terhadap seorang gadis Aceh Utara berinisial SR (19), hingga mengalami pendarahan hebat. 

Gadis di Aceh Utara itu dirudapaksa di belakang rumahnya pada Sabtu (1/5/2021) sekira pukul 22.00 WIB.

Ironisnya, sang gadis belia ini digagahi oleh seorang pria yang baru dikenalnya melalui handphone dengan bantuan obat kuat.

Akibat kejadian tersebut, gadis berinisial SR (19), mengalami pendarahan hebat, sehingga harus mendapat perawatan medis di RS kawasan Lhokseumawe. 

Berdasarkan laporan yang disampaikan ayah korban, hal itu dilakukan pria berinisial Z di kebun tebu persis di belakang rumah sang gadis. 

Ternyata korban baru berkenalan dengan pelaku sekitar sepekan yang lalu, lewat handphone.

3. Dihukum Mati karena Kasus Sabu, Wanita Bireuen Ini Sering Menangis & Curhat di Lapas Perempuan Sigli

Murziati Binti Zainal Abidin (42), kini menjalani hukuman penjara di Lapas Perempuan Kelas II B Sigli, Gampong Tibang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

Wanita kelahiran Bireuen ini dalam putusan banding majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh sudah divonis hukuman mati. 

Wanita yang sebelumnya menetap di Medan, Sumatera Utara, itu ditangkap polisi membawa sabu 15.000 gram. 

Kepala Lapas Perempuan Kelas II B Sigli, Endang Sriwati AmdIP SH MSi, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Jumat (7/5/2021). 

Menurutnya, ata vonis hukuman mati itu, terdakwa Murziati melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) RI.

Sedangkan sebelumnya ia menjalani hukuman di Lapas Narkotika Langsa.

4. Ganas! Pria Ini Diduga Minum Obat Kuat sebelum Rudapaksa Gadis SR hingga Alami Pendarahan Hebat

Fakta mengejutkan terkuak dalam kasus rudapaksa seorang gadis asal Aceh Utara berinisial SR (19), hingga mengalami pendarahan hebat.

Pria yang dikenal korban melalui handphone itu diduga minum obat kuat sebelum menjalankan aksinya menggagahi SR.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, kejadian tersebut terungkap kala ayah korban berinisial JL (50), mencari putrinya yang juga belum pulang.

Mulanya JL mengira putrinya tersebut sudah pergi ke rumah temannya.

Kemudian ia berusaha mencarinya. Tapi saat itu, ayah korban mendengar suara aneh tak jauh dari rumahnya. 

Apakah ayah korban bertemu dengan pelaku rudupaksa? Baca selengkapnya, di sini.

5. Tok! Hakim PN Lhoksukon Vonis Mati Tiga Pria Penyelundup 60 Kg Sabu, Begini Raut Wajah Terdakwa

Tiga dari enam pria yang terlibat kasus penyelundupan 60 kilogram (Kg) sabu-sabu divonis dengan pidana mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara dalam sidang pamungkas, Senin (2/5/2021). 

Atas putusan tersebut, para terdakwa diberi kesempatan pikir-pikir selama tujuh hari, apakah menerima hukuman atau mengajukan banding. 

Saat mendengar paparan amar keputusan majelis hakim tersebut, raut wajah ketiga terdakwa terlihat cemas dan lesu.

Tiga penyelundup sabu-sabu yang divonis pidana mati masing-masing adalah, Sayed Mahdar (24), warga Kecamatan Julok, Aceh Timur. 

Kemudian, Junaidi (19), warga Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

Terakhir, Mukhtar Mahdi alias Jenieb (38), warga Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara.

Sedangkan tiga pria lagi yang terlibat dalam kasus-sabu tersebut, dua di antaranya sudah ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau DPO oleh polisi. 

Keduanya adalah, Muhammad Amin alias Abeng dan Asnawi alias Labon.

Mereka ditetapkan dalam DPO karena berhasil melarikan diri sebelum ditangkap.

6. Dirlantas Polda Aceh soal Mudik Lokal, Kombes Pol Dicky Sondani: Sudah Ada Pos Semuanya akan Distop!

Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan Provinsi Aceh mulai Kamis (6/5/2021) resmi melarang angkutan umum di wilayah Aceh melakukan trayek, baik itu antar provinsi maupun antar kabupaten di Aceh.

Larangan ini sebagaimana tertuang dalam surat Imbauan Teknis Operasional Angkutan Umum Antarkota dalam Provinsi Aceh yang dikeluarkan Dinas Perhubungan 5 Mei 2021.

Surat yang ditandatangani Kadishub Aceh, Junaidi itu bernomor 551/616 dan ditujukan ke Direktur Perusahaan Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) se-Aceh.

Dalam surat tertulus, angkutan angkutan umum dalam provinsi diminta menghentikan operasional pelayanan seluruh wilayah di Aceh, sejak 6 hingga 17 Mei.

Ditegaskan, bagi AKDP yang melanggar akan dikenai sanksi administratif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Surat Dinas Perhubungan tersebut dikeluarkan untuk menindaklanjuti kesepakatan secara nasional terkait larangan mudik sebagaiman diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah, dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Kapan berlaku surat edaran terkait larangan mudik lokal di Aceh?

7. Tak Tahu Berterima Kasih, Sudah Diizinkan Tinggal, Malah Mencuri, Tersangka Diringkus di Aceh Besar.

Tak tahu berterima kasih! Itulah bahasa yang pantas dilabel bagi pelaku NFS (29) asal Karang Baru, Aceh Tamiang ini.

Pasalnya pelaku yang sudah diizinkan tinggal sementara di rumah korban Sigit Suparmanto (29) warga Madiun, Jawa Timur, di Gampong Ajun, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, justru tersangka tega menggondol barang berharga dari rumah korban.

Pelarian tersangka yang sudah menggasak barang-barang milik korban pada September 2020 lalu itu, akhirnya berhasil diringkus di Gampong Baet, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, oleh Tim Rimueng Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, Jumat (7/5/2021) malam.

Demikian diungkapkan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto SIK, melalui Kasat Reskrim AKP M Ryan Citra Yudha SIK, Sabtu (8/5/2021).

"Tersangka NFS yang sudah dicari beberapa bulan lalu, pascalaporan yang disampaikan oleh korban, akhirnya berhasil ditangkap di kontrakannya Gampong Baet, bersama barang bukti, hasil dari penjualan barang milik korban yang dilakukan tersangka," kata AKP Ryan.

Tersangka diringkus oleh Tim Rimueng, tanpa ada perlawanan.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh ini menceritakan bahwa pada awal Bulan September 2020 lalu, pelaku NFS berkenalan dengan korban melalui media sosial.

Dari perkenalan itu, pelaku mengungkapkan dirinya ingin mencari kos atau rumah kontrakan.

8. Larangan Mudik Lebaran 2021, Prof Farid Wajdi: Kalau Mau Larang maka Larang Semua

Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, Guru Besar UIN Ar-Raniry sekaligus Ketua ICMI Aceh mengatakan larangan mudik bisa dilihat dari aspek positif dan aspek negatif.

Hal tersebut disampaikan Prof Farid ketika berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Rabu (5/5/2021) untuk mengisi tausiyah program Serambi Spritual di Serambi FM dengan tema "Ramadan Bulan Taubat".

Pada kesempatan tersebut, suasai mengisi tausiyah Ramadhan, Prof Farid menyampaikan pandangannya mengenai larangan mudik lebaran 2021.

Menurutnya, tentu ramai orang kesal dengan larangan tersebut, namun keputusan demikian harus dilihat dari dua aspek.

Aspek Positif dan Negatif

Prof Farid menyebut, sesuatu yang baik bagi diri sendiri belum tentu baik bagi orang lain, sebagaimana mudik, bagi diri sendiri baik karena bertemu dengan keluarga, menjalin silaturahmi, namun bisa saja berbahaya karena kondisi masih pandemi.

9. Mantan Kombatan GAM Ini Sudah Setahun Terbaring Akibat Sakit, Tubuhnya Makin Kurus

Ismuhardi (38), mantan Kombatan GAM yang tinggal di Gampong Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.

Ia sudah setahun terbaring akibat penyakit yang dideritanya.

Saat ini, Ismuhardi yang kehidupan keluarga tidak mampu ini hanya bisa pasrah dan berdoa atas apa yang menimpa dirinya.

Ia dan keluarganya sangat berharap bantuan dan ulur tangan Pemerintah atas penyakit yang di deritanya itu.

"Ismuhadi Anak dari Ilyas dan Alm Rasmiah.

Ia sudah satu tahun mengalami sakit parah dan terbaring karena penyakit Darah manis," kata Jubir Kaukus Peduli Atjeh (KPA), Refan Kumbara kepada Serambinews.com, Minggu (9/5/2021).

Kepada Serambinews.com, Refan mengaku sudah menjenguk dan melihat langsung kondisi Ismuhadi di Desa Jambo Pepeun, Kecamatan Meukek.

10. BERITA POPULER – Janda & Pria Lajang Digerebek, Gadis Abdya Hilang, Bersimbah Darah di Aceh Utara

Berita populer seminggu yang lalu tentang seorang janda dan pria lajang digerebek oleh warga saat indehoi di sebuah penginapan di Aceh Singkil, hingga kini masih bertengger di pencarian terbanyak.

Janda dan pria lajang tersebut berencana menikah setelah lebaran Idul Fitri 1442 H.

Sementara itu, seorang gadis berusia 22 tahun asal abdya bernama Rivaatuzzakia hilang sejak sebulan yang lalu juga masih menjadi pemberitaan yang banyak dicari oleh pembaca Serambinews.com.

Gadis tersebut hilang di kota Banda Aceh dan sempat mengirimkan pesan WhatsApp yang berbunyi “tolong”.

Kemudian, Seorang pria ditemukan bersimbah darah di dekat kebun miliknya di Gampong Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.

Korban ditemukan tergeletak dalam kondisi luka di kepala, wajah dan punggung serta masih mengeluarkan darah segar.

Selain tiga berita diatas, ada berita lainnya yang juga menyita perhatian para pembaca Serambinews.com dari seminggu yang lalu.

Penulis: Firdha Ustin
Editor: Zaenal