Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Khutbah Idul Fitri di Masjid Baitul Halim Bakongan, Khatib: Nanggroe Ka Lale Ngon Chip

Khatib Khutbah Idul Fitri di Masjid Baitul Halim Bakongan Tgk Muzawir menyampaikan ceramah terkait kondisi terkini di Aceh, Kamis (13/5/2021) 


INFOACEHTIMUR.COM – Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, sebagaimana dirayakan oleh umat Muslim dunia khususnya Indonesia, pada hari ini Kamis (13/5/2021) melaksanakan shalat Idul Fitri. 

Pada khutbah Idul Fitri di Masjid Baitul Halim Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, menantu dari Waled Marhaban Bakongan yakni Tgk Muzawir menjadi khatib. 

Khutbah disampaikan sekitar 30 menit dengan materi terkait kondisi Aceh saat ini. 

Sebutnya, apapun yang dikerjakan pada bulan Ramadhan, akan dipertanggungjawabkan di mahkamah Allah baik maupun buruk. 
      
Tgk Muzawir juga menyinggung terkait banyaknya warga Aceh kecanduan bermain judi yakni “Chip”. 

Prihatin dengan kelakukan warga, baik muda maupun sudah tua, menjadi pemandangan tidak asing lagi saat ini. 

“Semua amalan sampai ke mahkamah Allah, apapun yg dikerjakan pada bulan Ramadhan, akan dimintai pertanggungjawaban,” jelasnya. 

Idul Fitri untuk Mereka yang Beribadah

Tgk Muzawir menyebut, hari raya Idul Fitri sebenarnya diperuntukkan bagi mereka yang melakukan ibadah pada bulan Ramadhan. 

Idul Fitri bukan untuk mereka yang hanya memiliki baju baru saat lebaran, melainkan mereka yang bertambah keimanan dan lebih dekat kepada Allah SWT. 

“Jika tidak beribadah, utk apa merayakan Idul Fitri. Lebaran bukan buat mereka yang memakai baju baru, tapi bagi mereka yang bertambah amalan,” terangnya. 

Jamaah Masjid Makin Berkurang

Puasa tahun 2021 ini dengan tahun-tahun sebelumnya sebut Tgk Muzawir sangat jauh berbeda. 

Tahun-tahun sebelumnya, warga masih memenuhi masjid, sampai 15 hari Ramadhan, meskipun setelahnya jamaah tarawih jauh berkurang. 

Tahun ini, dari awal Ramadhan yang terlihat penuh adalah warung-warung kopi, warga yang bermain “Chip” dan melakukan perjudian online. 

Muslim lebih memperhatikan permainan Chip-nya daripada ibadahnya, meskipun mereka tidak mengetahui apakah tahun selanjutnya bisa bertemu kembali dengan Ramadhan. 

“Setiap tahun, makin terasa berkurang orang yang beribadah, yang terlihat banyak di warung kopi, bahkan mereka bermain Chip di bawah spanduk fatwa MPU bahwa Chip haram,” tegasnya. 

Dunia Bukan Tempat Bersenang-senang

Tgk Muzawir mengutip yang disampaikan Imam Al-Ghazali mengenai dunia. Dari mimbar, Tgk Muzawir mengatakan dunia bukan tempat untuk bersenang-senang. 

Dunia adalah tempat manusia diuji dan tempat manusia beribadah sepenuhnya. 

“Dunia bukan tempat cari kesenangan, Imam Al Ghazali mengatakan tidak ada kesenangan di dunia. 

Setiap Muslim memiliki tanggung jawab atas dirinya sendiri dan semua akan dimintai pertanggung jawaban,” katanya.

Masih berkaitan dengan Chip, Tgk Muzawir menganjurkan agar anak-anak muda dididik sebaik-baiknya karena mereka-lah yang akan menjadi penerus sebuah bangsa. 

Baik maupun buruknya bangsa, tergantung dari anak muda saat ini. 

“Pemuda harus benar-benar dididik karena mereka akan menjadi penerus bangsa. 

Jika sebuah bangsa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan anugerah dan rezeki yang ada di langit dan di bumi,” tutupnya. (**)