Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Lulusan Guru Siap-Siap! 8 Daerah di Aceh Telah Usul Formasi CPNS/PPPK 2021, Diumumkan


Infoacehtimue.com / Cpns 
– Bersiaplah para lulusan pendidikan keguruan. Pasalnya sejumlah daerah di Provinsi Aceh telah mengirim usulan untuk formasi guru.

Usulan itu dikirim langsung oleh masing-masing Kabupaten/Kota di Aceh ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Jakarta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambinews.com, 8 kabupaten/kota di Aceh telah mengusulkan formasi CPNS/PPPK 2021 kepada Kemenpan RB.

Kedelapan daerah tersebut yakni, Kota Lhokseumawe, Aceh Barat, Pidie, Nagan Raya, Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Utara dan Pidie Jaya.

Pemerintah Kota Lhokseumawe telah mengusulkan 600 formasi untuk dijadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dari 600 formasi yang diusulkan, lebih dari 50 persen atau lebih dari 300 orang untuk formasi guru.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pidie telah mengusulkan 1.022 formasi CPNS dan PPPK untuk tahun 2021.

Untuk CPNS dibuka sebanyak 175 formasi, dengan rinciannya tenaga kesehatan 139 orang, teknis 36 orang.

Sedangkan untuk Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sebanyak 847 orang, dan ini semuanya formasi guru.

Pemerintah Aceh Barat sendiri telah mengusulkan ratusan formasi untuk CPNS 2021.

Namun, tidak disebutkan berapa jumlah formasi yang diusulkan ke Kemenpan RB.

Proyeksi ini didasarkan karena adanya data jumlah PNS di lingkungan Pemkab Aceh Barat pada tahun 2021 akan memasuki masa pensiun yang mencapai 200 orang PNS.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah mengusulkan sejumlah formasi CPNS dan PPPK tahun 2021 ke meja Menpan RB, Tjahjo Kumolo.

Pemkab Aceh Tamiang juga tidak menyebut secara rinci berapa jumlah formasi yang telah dikirim ke Jakarta itu.

Namun, tenaga guru dan kesehatan adalah formasi terbesar yang diusul Pemkab Aceh Tamiang untuk tahun ini.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya telah mengusulkan 976 formasi CPNS dan PPPK 2021 ke Kemenpan RB.

Jumlah yang diusul oleh Pemkab Naga Raya ke Jakarta adalah sebanyak 300 orang untuk CPNS dan 676 orang untuk PPPK.

Untuk PPPK sendiri, formasi yang diusulkan adalah tenaga kependidikan.

Pemerintah Kota Langsa telah mengusulkan 435 formasi ke meja Menpan RB, Tjahjo Kumolo.

Dari jumlah tersebut, Pemkot Langsa mengusulkan 152 formasi CPNS, dimana 126 merupakan tenaga kesehatan dan 26 orang tenaga teknisi.

Sedangan formasi PPPK, diusulkan sebanyak 283 formasi yang kesemuanya adalah guru.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah mengusulkan sejumlah formasi ke Kemenpan RB.

Tidak dirincikan berapa jumlah yang diusulkan ke Jakarta, namun Pemkab Aceh Utara membutuhkan tenaga guru, kesehatan dan teknisi untuk ditempatkan di wilayahnya.

Pemerintah Kabupaten Pidie telah mengusulkan 465 formasi ke Kemenpan RB di Jakarta.

Dari jumlah tersebut, Pemkab Pidie Jaya mengusulkan 178 fromasi untuk teknisi, 141 tenaga kesehatan, dan 146 guru.

Baca juga: CPNS 2021 - Pemerintah Pusat Buka 83 Ribu CPNS dan PPPK Tahun Ini, Pemda Lebih Banyak

Baca juga: CPNS 2021 Segera Dibuka, Formasi Guru & Tenaga Kesehatan Banyak Dibutuhkan, Siapkan Syarat Wajib Ini

Namun, dari kedelapan daerah yang telah mengusulkan itu belum diputuskan oleh Kemenpan RB.

Pemerintah daerah pun juga masih menunggu keputusan dari Jakarta berapa jumlah formasi yang diterima.

Keputusan Menpan RB ini akan disampaikan pada bulan Maret mendatang.

Diumumkan Maret

Pemerintah pun memastikan seleksi CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021 akan dibuka dalam waktu dekat ini.

Deputi Bidang SDM Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Teguh Widjinarko, membeberkan jadwal seleksi CPNS 2021.

Menurut dia, prosesnya akan dimulai pada bulan Maret dengan penetapan jumlah formasi.

Lalu di bulan berikutnya, tepatnya di April hingga Mei 2021, proses pendaftaran seleksi CPNS bakal dibuka.

Selanjutnya, kata Teguh, pada pertengahan tahun ini atau bulan Juni 2021, akan dimulai proses seleksi CPNS bagi peserta yang telah mendaftarkan diri.

"Rencananya, bulan Maret akan ditetapkan formasinya, dan bulan April-Mei dibuka proses pendaftaran. Juni mulai dilakukan seleksi," kata Teguh dikutip dari Tribun Jakarta pada Kamis (11/2/2021).

Teguh juga menyebutkan untuk formasi CPNS pada tahun ini, akan dibuka lowongan sebanyak 1,3 juta formasi.

Formasi tersebut juga termasuk untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Berikut perincian 1,3 juta formasi CPNS yang dibuka tahun ini:

1. Sebanyak 1 juta guru PPPK melalui skema yang menjadi program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (untuk Pemda)

2. Untuk pemda (di luar guru) ditentukan sebesar sekitar 189 ribu yang terdiri atas:

Sebanyak 70 ribu PPPK jabatan fungsional (selain guru).

Sebanyak 119 ribu CPNS untuk berbagai jabatan teknis yang sangat diperlukan (termasuk tenaga kesehatan).

3. Untuk instansi pemerintah pusat ditentukan kebutuhan sebesar sekitar 83 ribu dengan persantase 50 persen PPPK dan 50 persen CPNS.

Persyaratan Umum CPNS

Berdasarkan rujukan persyaratan pendaftaran CPNS 2019 lalu, berikut adalah syarat umum pendaftaran CPNS.

1. Usia pada saat melamar minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun 0 bulan 0 hari;

2. Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan, taat kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

3. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan;

4. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota TNI/POLRI, Pegawai BUMN/BUMD atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta,

5. Tidak berkedudukan sebagai CPNS atau PNS, prajurit TNI, anggota Polri, dan siswa sekolah ikatan dinas pemerintah,

6. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;

Baca juga: CPNS 2021 - Berikut Prediksi Formasi untuk SMA dari Kemenkumham Hingga BNN

7. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;

8. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan jabatan yang dilamar;

9. Tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang atau sejenisnya (Surat Keterangan Bebas Narkoba/NAPZA dari Rumah Sakit Pemerintah setempat yang masih berlaku wajib dilengkapi setelah pesertadinyatakan lulus pada pengumuman kelulusan akhir);

10. Tidak bertato/bekas tato dan tindik/bekas tindik anggota badan lainnya selain di telinga kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat.

Persyaratan Umum PPPK

1. Usia paling rendah 20 (dua puluh) tahun dan paling tinggi satu tahun sebelum batas usia tertentu pada jabatan yang akan dilamar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

2. Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara dua tahun atau lebih. 

3. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil, PPPK, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta. 

4. Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis. 

5. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan. 

6. Memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi keahlian tertentu yang masih berlaku dari lembaga profesi yang berwenang untuk jabatan yang mempersyaratkan. 

7. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar. 

8. Persyaratan lain sesuai kebutuhan jabatan yang ditetapkan oleh PPK.

Persyaratan Khusus

Setiap instansi mempunyai persyaratan khusus.

Untuk itu pelamar diwajibkan membaca dengan cermat sebelum memutuskan mendaftar atau memilih formasi di instansi tersebut.

Dokumen yang Disiapkan

- Scan Pas Foto berlatar belakang merah maksimal 200 Kb bertipe file jpeg/jpg.

- Scan Swafoto maksimal 200 Kb bertipe file jpeg/jpg.

- Scan KTP maksimal 200 Kb bertipe file jpeg/jpg.

- Scan Surat Lamaran maksimal 300 Kb bertipe file pdf.

- Scan Ijazah + Serdik/STR maksimal 800 Kb bertipe file pdf.

- Scan Transkrip Nilai maksimal 500 Kb bertipe file pdf.

- Scan Dokumen Pendukung lainnya maksimal 800 Kb bertipe file pdf.

Untuk ‘Dokumen Pendukung lainnya’ pelamar diwajibkan memahami secara cermat sesuai dengan ketentuan dari masing-masing instansi yang akan dilamar.

“Pastikan ukuran file dan jenis file yang akan di unggah tidak melebihi dari batasan masing masing dokumen yang dipersyaratkan di SSCN,” tulis BKN.

“Apabila melebihi dari batasan ukuran yang ditetapkan, maka secara otomatis file atau dokumen yang Anda unggah akan ditolak oleh sistem,” tulisnya.

Sementara itu, sebagaian instansi ada yang mensyaratkan untuk menunjukkan berkas fisik untuk seleksi administrasi.

Untuk itu, pelamar selalu perhatikan pengumuman dari masing-masing instansi. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Penulis: Agus Ramadhan
Editor: Muhammad Hadi
Sumber: Serambi Indonesia