Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Palestina-Israel: Umat Muslim dunia rayakan Idul Fitri, warga Gaza terancam 'perang dalam skala penuh'

Seorang ibu menggendong putranya dalam evakuasi warga di Kota Gaza.


Pada saat jutaan umat Muslim dunia merayakan Idul Fitri, warga Palestina dan Israel justru harus berlindung di tengah saling serang antara kelompok Palestina dan tentara Israel.

INFOACEHTIMUR.COM – Seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Gaza, Husen, mengatakan "tak ada Lebaran bagi kami" tahun ini di tengah dentuman bom.

"Yang pasti tampaknya tahun ini tak ada Lebaran di Gaza. Warga Palestina terpaksa menerima kondisi ini." kata Husen, aktivis kemanusiaan dan wartawan yang pernah merasakan tiga kali agresi militer Israel.

PBB memperingatkan potensinya terjadi "perang dalam skala penuh" karena meningkatkan kekerasan ini.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memutuskan tidak ada perayaan Idul Fitri dan mengimbau warga hanya menjalankan ibadah saja sambil mendoakan mereka yang meninggal akibat serangan udara Israel serta menurunkan bendera Palestina setengah tiang sebagai tanda berkabung.

Kekerasan ini - terburuk sejak 2018 - menyebabkan paling tidak 65 orang Palestina meninggal akibat serangan udara Israel. Sebanyak 14 di antara mereka adalah anak-anak.

Kementerian Kesehatan yang dikelola kelompok Hamas di Gaza mengatakan lebih dari 360 orang mengalami cedera.

Adapun di pihak Israel, sebanyak tujuh orang telah tewas akibat gempuran kelompok Palestina.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan pihaknya akan mengerahkan semua kekuatan untuk melindungi Israel dari musuh-musuh di luar dan perusuh di dalam wilayahnya.

Militer Israel (IDF) menyebut bahwa serangan ke Gaza adalah yang terbesar sejak konflik pada 2014.

Namun, dalam sebuah cuitan, Otoritas Palestina mengecam "agresi militer" Israel seraya menyebut aksi tersebut "membuat trauma dan mempersulit populasi sebanyak dua juta orang".

Hamas - yang menguasai Gaza - mengatakan mereka melakukan serangan untuk mempertahankan masjid al-Aqsa dari "agresi dan terorisme Israel" setelah terjadi bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina Senin lalu yang menyebabkan ratusan orang terluka.

Insiden ini terjadi setelah kerusuhan berhari-hari menyusul ancaman pengusiran terhadap warga Palestina dari wilayah mereka yang diklaim oleh para pemukim Yahudi.(**)





Source : BBC