Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Terdakwa Kasus Minyak Ilegal Asal Ranto Peureulak Merasa Jadi Tumbal Toke

Afandi pemilik mobil pick up yang menjadi tersangka kasus minyak ilegal dan Irfan Hutagalung dari Badan Advokasi Indonesia (BAI).




Infoacehtimur.com / Peureulak  Kasus minyak ilegal yang menimpa sopir dan pemilik mobil pick up Warga Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak yang ditangkap tim Polda Aceh pada bulan oktober 2020 saat mengangkut minyak ke Tanjung Pura Sumut. Pasca penangkapan tersebut sopir dan pemilik pick up telah menjadi terdakwa dan kini telah menjalani 2 kali persidangan di PN Langsa.Rabu (26/05/2021)

Namun pemilik mobil dan kuasa hukumnya menilai kasus yang menjeratnya banyak kejanggalan dan keanehan dimana pemilik (toke) minyak ilegal bebas dari dakwaan hanya dijadikan sebagai saksi saja.


Afandi (39) Pemilik mobil Pick Up dengan nopol BL 8361 DI kepada media ini Senin (24/5) di Kampung Beusa mengutarakan bahwa saat mobilnya ditangkap di kawasan kota Langsa ia berada di rumah.

“Saya dihubungi oleh seseorang yang menyebutkan dirinya dari tim polda, menanyakan perihal kepemilikan mobil dan disuruh datang ke Polda Aceh,” terangnya.

Setelah diperiksa di Polda, kata dia, dan Junaidi HS selaku sopir ditetapkan sebagai tersangka selanjutnya dilimpahkan ke PN Langsa, tapi pemilik minyak setelah di tahan selama 2 bulan dibebaskan.


“Kami merasa menjadi tumbal Toke minyak,” ujar Afandi.

Sementara pemilik Minyak (toke) hanya dipanggil sebagai saksi dan sempat ditahan di Polda Aceh selama 2(dua) bulan, kemudian Polda Aceh melepaskan nya, sedangkan saya dan sopir harus menjalani proses sidang.

“Padahal jelas-jelas minyak ilegal tersebut yang diangkut dengan mobil saya sebanyak 16 drum atau 3,4 ton yang di sopiri Junaidi adalah milik Safaruddin alias Din Tehe,” Tudingnya.

“Kenapa toke/pemilik minyak ilegal bisa bebas, sedangkan kami menjadi tersangka padahal kami hanya mengupah jasa angkutan,” kata Afandi dengan nada heran.


Sementara kuasa hukum terdakwa Muslim Agani, SH saat dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa klien nya ditangkap tim Polda Aceh saat mengangkut minyak seseorang milik pengusaha setempat dan klien kami telah menjalani 2 kali sidang, kamis depan masuk sidang ketiga di PN Langsa.

“Kita akan meminta PN untuk menghadirkan atau memanggil pemilik dan pengelola minyak, apalagi bila produksi minyak tersebut ilegal, jadi mereka juga harus mempertanggung jawabkan secara pidana, bukan hanya sopir dan Pemilik mobil yang menjadi tumbal,” ujar Muslim Agani.

Sementara Safaruddin alias Din Tehe yang disebut-sebut sebagai pemilik minyak ilegal saat dikonfirmasi media ini Senin (24/5) membantah keras bahwa minyak tersebut bukan milik nya.


“Saya sudah lama di tidak memproduksi minyak, itu minyak dibeli sama masyarakat Gampong daerah tersebut,” kata Tehe.

Jangan kan menyuruh membawa minyak, kata dia, berkomunikasi saja tidak pernah dengan mereka, tandasnya.

“Mereka jangan menuduh sembarangan, bisa saya laporkan balik,” ancam Din Tehe.

Selanjutnya Din Tehe, juga membantah bahwa dirinya pernah ditahan di Polda Aceh selama 2 bulan.

“Saya tidak tau tentang masalah itu saya pernah dipanggil ke Polda Aceh tapi tahun 2018 pasca terjadi kebakaran sumur minyak, saat itu di suruh tutup sumur minyak,” tutur nya.


Sementara, Irfan Hutagalung dari Badan Advokasi Indonesia (BAI) mengakui bahwa Din Tehe pernah ditahan selama 2 bulan di Polda Aceh.

“Saya menyaksikan sendiri Din Tehe ditahan di Polda Aceh selama 2 bulan akhir tahun 2020, karena saya sendiri datang ke Polda atas permintaan nya untuk membantu mengurus masalah nya,” terang nya.


Namun setelah jumpa di tahanan Polda, kata dia, kemudian tidak pernah menghubungi nya lagi, bahkan beberapa hari berselang dia sudah bebas dan pulang ke Desa nya di Tampak Kecamatan Ranto Peureulak.

Kasubdid 4 Krimsus Polda Aceh AKBP Mulyadi yang menangani kasus Din Tehe saat dikonfirmasi meminta media ini untuk konfirmasi langsung dengan Kabidhumas Polda Aceh, namun hingga berita ini tayang belum mendapatkan akses dengan Kabidhumas Polda Aceh.

Reporter : Masri / Editor : Redaksi / Publisher : Syaiful / Artikel : suaraindonesia-news.com